Terkena Sindrom Fowler, Mantan Model Tak Bisa Buang Air Kecil

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 21 Mar 2018 09:50 WIB
kesehatan
Terkena Sindrom Fowler, Mantan Model Tak Bisa Buang Air Kecil
Leanne Ward, model yang terkena sindrom fowler (Foto: Daily Mail)

Jakarta: Seorang mantan model tak bisa buang air kecil (BAK) selama dua tahun karena mengalami kelainan yang cukup langka.

Model bernama Leanne Ward tersebut menderita sindrom Fowler, suatu kondisi dimana otot kandung kemih tidak bisa rileks sehingga tak bisa mengeluarkan urine.

Seperti diilansir dari Daily Mail, Ward pernah mengalami masalah pada bagian kantung kemih pada tahun 2015. Akibatnya, ia tak bisa buang air kecil.

Hingga saat ini, perempuan berusia 27 tahun tersebut tidak bisa pergi ke toilet sama sekali. Sebagai gantinya, dia harus dipasangi kateter untuk membantunya buang air kecil.

Tabung fleksibel, yang dia juluki 'Percy' dan digambarkan sebagai kutukan hidupnya tersebut telah membuatnya bergantung pada morfin untuk mengendalikan rasa sakit yang muncul karena tidak keluarnya urine dari tubuhnya.

Berbicara tentang kondisinya, Ward mengungkapkan semua ini memiliki dampak besar dalam hidupnya.

Sebelum masalah kemih tersebut muncul, Ward pernah mengidap masalah radang usus buntu dan dirawat di Rumah Sakit Royal Glamorgan di Llantrisant. Para ahli bedah mengira dia menderita kista ovarium yang sudah parah karena menemukan darah di dekat panggulnya.

Setelah operasi dilakukan, Ward justru mendapat masalah baru, yaitu  tidak bisa buang air kecil.

"Saya sangat perlu (buang air kecil). Aku sangat kacau," ungkap Ward saat mengetahui kondisinya.

Akhirnya, ia pun menggunakan kateter dalam kesehariannya sebagai solusi. Pihak rumah sakit mengajarinya cara menggunakan alat ini.

"Aku sangat ketakutan. Sangat menyakitkan karena memasukkannya ke dalam tubuh," keluh Ward.

Menurut para ahli di University of Central London, kondisi tersebut bisa terjadi sebagai hasil operasi atau bahkan secara spontan.

Tak menyerah, Ward juga mencoba pengobatan Botox pada bagian otot pengunci kandung kemih, di mana terdapat dua otot pengontrol keluarnya urine, pada Januari 2016.

"Ini brilian, ini adalah tiga bulan terbaik saya sejak 2015. Seharusnya ini bisa bertahan hingga sembilan bulan, tetapi bisa bertahan sampai sekarang saja sudah luar biasa."

Meski demikian, para dokter tidak menyarankan dia untuk melakukannya lagi karena pengobatan tersebut hanya bersifat sementara.

 


(DEV)