Bahaya Styrofoam dan Cara Membatasi Penggunaannya

Torie Natalova    •    Jumat, 14 Oct 2016 15:41 WIB
kesehatan
Bahaya Styrofoam dan Cara Membatasi Penggunaannya
Cangkir kopi dan wadah makan daur ulang tak selamanya bebas dari styrene. (Foto: Abcnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Walikota Bandung Ridwan Kamil melarang penggunaan styrofoam di Kota Bandung mulai 1 November 2016. Styrofoam memang sering digunakan sebagai wadah makanan dan minuman.

Sejak lama, isu bahaya styrofoam bagi kesehatan telah lama muncul. Para ilmuwan mengatakan, bahan styrofoam yakni styrene diduga mengandung bahan kimia berbahaya seperti karsinogen yang bisa memicu kanker. 

Namun, menurut Dr. Henney mantan pimpinan U.S Food and Drug Administration (FDA), tidak ada peraturan yang tegas untuk membatasi pemakaian styrofoam seperti larangan keras terhadap rokok.

Meski demikian, para ahli industri mengklaim bahwa polystyrene aman digunakan sebagai wadah makanan dan minuman. The American Chemistry Council sebelumnya mengakui bahwa plastik polystyrene telah digunakan pada produk makanan selama lebih dari lima dekade dan aman digunakan.

Sementara itu, ilmuwan Inggris baru saja memperingatkan bahwa styrene termasuk dalam 170 bahan kimia berbahaya yang digunakan pada kemasan makanan.

The Food Packaging Forum memperingatkan adanya zat beracun penyebab kanker dan perubahan gen jika makanan terkontaminasi zat berbahaya dari styrene. Bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh juga bisa mengganggu produksi sperma, menyebabkan malformasi genital serta mengganggu produksi hormon dalam tubuh.

(Baca juga: Emil: Tak Ada Alasan Gunakan Styrofoam di Bandung)

Apa itu styrene?
Styrene adalah bahan kimia yang digunakan dalam sejumlah plastik seperti wadah busa polystyrene, cangkir kopi, dan styrofoam. Styrene juga biasa digunakan untuk membuat lego, helm sepeda, dan sejumlah produk plastik lainnya. 

Meski belum ditemukan pasti styrene bisa menyebabkan kanker, namun ilmuwan memastikan styrene bisa merusak sel-sel manusia ke titik yang menyebabkan kanker juga risiko kesehatan lain yang serius.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Food and Chemical Toxicology menemukan bahwa styrene sebenarnya dipicu oleh resapan yang keluar dari wadah makanan busa polysterene dan gelas saat makanan atau minuman dalam kondisi sangat panas.

Styrene memang terdapat pada banyak produk yang Anda pakai sehari-hari. Namun, yang patut dikhawatirkan adalah penggunaan wadah makanan yang mengandung styrene.

Ada dua cara untuk mencegah styrene masuk dengan mudah ke dalam tubuh Anda melalui makanan.

1. Lihat tanda nomor 6
Busa polystyrene sangat mudah dikenali karena bentuknya dan warnanya yang putih. Namun, polystyrene juga digunakan dalam wadah makanan nonfoam termasuk plastik-plastik wadah makanan dan minuman. 

Carilah wadah makanan dari plastik yang memiliki angka 6 pada tanda daur ulang yang terletak di bagian bawah gelas atau kotak makan.

2. Bawa sendiri wadah makanan dan minuman
Cangkir kopi dan wadah makan daur ulang tak selamanya bebas dari styrene. Banyak pendaur ulang yang tidak mengambil wadah busa styrofoam karena terlalu ringan. 

Cobalah untuk biasakan membawa sendiri wadah makanand dan minuman Anda yang tentu saja bebas dari styrene.







(TIN)

Video /