Insomnia Picu Detak Jantung Tak Normal

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 16 Nov 2016 17:29 WIB
kesehatan
Insomnia Picu Detak Jantung Tak Normal
(Foto: RDcom)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa insomnia berisiko membuat detak jantung menjadi tak normal atau biasa dikenal dengan nama fibrilasi atrium. Dampaknya, risiko berbagai penyakit seperti stroke atau gangguan jantung pun semakin besar.

Insomnia adalah gangguan tidur, seperti kurang tidur cukup atau jatah tidur yang tak sesuai.

Para peneliti dari University of Michigan di Ann Arbor, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, obesitas, dan stroke yang merupakan  kunci dari faktor risiko penyakit jantung.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang didiagnosa mengalami insomnia berisiko 29 persen lebih tinggi terkena fibrilasi atrium dibandingkan mereka yang tidak terkena insomnia.

Selain itu, mereka yang sering terbangun pada malam hari (karena adanya tekanan ekstra pada katup jantung) memiliki risiko sekitar 26 persen lebih tinggi untuk terkena fibrilasi atrium dibandingkan mereka yang jarang terbangun.

Memiliki kualitas tidur terlelap yang juga lebih sedikit dibandingkan fase tidur lain juga dapat meningkatkan risiko lebih tinggi dalam perkembangan penyakit detak jantung tak normal tersebut.

"Dengan mengetahui karakter tidur yang sebenarnya, seperti waktu tidur terlelap, hal tersebut akan membuat kita mengerti mekanisme yang lebih masuk akal. Kemungkinan ada hal tertentu pada pola tidur yang berpengaruh pada sistem ketegangan otonomik," ujar pemimpin studi Matt Christensen, mahasiswa kedokteran dari University of Michigan.

Christensen menambahkan, sistem ketegangan otonomik berperan penting dalam mengontrol detak jantung dan tekanan darah.


Para peneliti menyarankan beberapa kegiatan untuk menghindari terjadinya fibrilasi atrium, seperti aktivitas fisik yang cukup, hindari konsumsi kafein berlebih, dan istirahat cukup.


(DEV)