3 Hal yang Sebaiknya Tak Anda Tanyakan dalam Kondisi Hamil dan Berduka

Yatin Suleha    •    Kamis, 07 Sep 2017 12:58 WIB
kehamilanpsikologi
3 Hal yang Sebaiknya Tak Anda Tanyakan dalam Kondisi Hamil dan Berduka
Kehilangan pasangan disaat sedang mengandung memang sangat dalam, dan akan lebih bijaksana untuk tidak bertanya tentang apakah akan ada sosok penggantinya atau tidak. (Foto: Joey Thompson/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berbagai pengalaman serta kejadian di depan tidak akan terprediksi oleh manusia. Ada hal yang tidak bisa dicegah dan tak terhindari. Ketika Anda bertemu dengan teman Anda yang sedang hamil namun harus kehilangan pasangannya, ada baiknya hindari beberapa pertanyaan yang sensitif.

Berikut ini daftar pertanyaan yang sebaiknya tak Anda lontarkan pada teman, sahabat, atau keluarga Anda yang kehilangan pasangannya dan ditinggalkan dalam kondisi sedang hamil seperti dilansir dari Parents.com:

(Baca juga: 10 Cara Jalani Kehamilan Sehat untuk Wanita Obesitas



1. Siapa yang bertanggung jawab
Mempertanyakan pertanyaan tentang siapa nanti yang akan bertanggung jawab kepada seseorang yang sedang hamil dan dalam kondisi berduka, nampaknya bukan hal yang tepat. 

Walau Anda sangat ingin mengetahui tentang bagaimana nanti setelah si kecil lahir, sebaiknya tahan pertanyaan tersebut karena Anda tidak sepenuhnya paham dengan situasi yang dilaluinya. 

Yang bisa Anda lakukan adalah bertanya tentang apakah ia butuh rekomendasi dokter kandungan yang baik di sekitar rumahnya atau makanan yang baik bagi perkembangan bayinya.



2. Sosok pengganti
Kehilangan pasangan disaat sedang mengandung memang sangat dalam, dan akan lebih bijaksana untuk tidak bertanya tentang apakah akan ada sosok penggantinya atau tidak.

Anda bisa menawarkan beberapa buku tentang kehamilan untuk dibacanya saat waktu senggang. Atau menawarkan diri untuk window shopping bersama untuk melihat-lihat pakaian bayi.



3. Rencana Anda ke depan
Dalam kondisi yang membutuhkan banyak bantuan serta dukungan, terkadang pemikiran akan perencanaan jadi lebih sulit karena terlalu banyak rasa yang berkecamuk.

Dalam kondisi seperti ini, ada baiknya Anda mengutarakan tentang bantuan apa yang bisa Anda berikan, dibandingkan dengan menanyakan tentang bagaimana rencana teman Anda ke depan pada bayinya. Tawarkan apakah ia menyukai puding buah, smoothies buah-buahan, atau sedang ingin makan makanan tertentu yang ia cari.











(TIN)