Studi: Bahaya Sistem Kerja Standing Desk Sama Seperti Merokok

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 22 Sep 2017 14:49 WIB
kesehatan
Studi: Bahaya Sistem Kerja Standing Desk Sama Seperti Merokok
Berdiri selama berjam-jam dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan memperkuat stres oksidatif. (Foto: Independent.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak penelitian menyebutkan bahwa duduk sepanjang hari tidaklah baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, beberapa perusahaan memberlakukan standing desk atau meja berdiri dimana pekerja mengetik sambil berdiri. 

Namun, sebuah studi mengklaim bahwa berdiri dalam jangka panjang dapat memberi dampak buruk yang setara dengan merokok. 

Ketika duduk terlalu lama dapat memicu kanker, diabetes tipe 2, dan penuaan dini; ternyata berdiri terlalu lama juga dapat memberi dampak buruk juga pada kesehatan. 



Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology tersebut menemukan bahwa mereka yang berdiri terlalu lama rentan mengalami kardiovaskular.

Studi selama 12 tahun tersebut melihat kebiasaan tempat kerja pada 7 ribu partisipan di Ontario, Kanada, dan menemukan bahwa mereka yang berdiri terlalu lama dua kali lipat miliki risiko kontraksi penyakit jantung dibandingkan mereka yang duduk seharian. 

(Baca juga: Postur Berdiri yang Salah Sebabkan Masalah Tulang Belakang)

"Insidensi penyakit jantung diantara mereka yang bekerja sambil berdiri (6,6 persen) sama dengan insidensi penyakit jantung pada pekerja yang merokok setiap hari (5,8 persen) atau mereka yang obesitas (6,9 persen)," ujar penulis Peter Smith. 

Berdiri selama berjam-jam dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan memperkuat stres oksidatif, yang dapat berkontribuasi dalam meningkatkan penyakit jantung. 



Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat menyebabkan nyeri punggung kronik dan gangguan musculoskeletal di kaki.

Semith menyarankan kepada pekerja yang menggunakan sistem standing desk untuk melakukan pregangan seara rutin saat jeda untuk meringankan kerja otot tubuh. 

Beberapa tipe pekerjaan seperti kasir, koki, dan tenaga penjualan juga memiliki kebiasaan tersebut sehingga harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan. 










(TIN)