Benarkah Fidget Spinner Dapat Membantu Atasi ADHD dan Kecemasan?

Torie Natalova    •    Selasa, 23 May 2017 11:04 WIB
autisme
Benarkah Fidget Spinner Dapat Membantu Atasi ADHD dan Kecemasan?
Mayra Mendez, seorang psikoterapis dan koordinator program untuk kecacatan intelektual di Santa Monica menjelaskan, fidget spinner adalah mainan yang menyenangkan meski tidak ada ilmu pengetahuan di dalamnya. (Foto: Womenshealthmag.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi Anda yang berada di dekat anak-anak atau penggemar mainan, Anda mungkin pernah melihat permainan baru yang bernama figdet spinner. Mainan kecil yang ini memiliki tiga cabang berbentuk seperti roda yang dapat berputar di sekitar jari-jari Anda ketika ditekan.

Perusahaan pembuat fidget spinner berani mengklaim bahwa mainan ini dapat meningkatkan fokus, memberikan bantuan saat stres dan bahkan membantu anak-anak dengan ADHD, autisme dan kegelisahan. Namun, belum ada bukti yang mengaitkan semua hal tersebut dengan mainan yang diciptakan oleh seseorang dari Florida tersebut.



Sebuah studi yang dipublikasikan Journal of Abnormal Child Psychology menemukan bahwa semakin banyak anak dengan ADHD memiliki ingatan yang baik dengan memainkan fidget spinner.

(Baca juga: Mayoritas Penyandang Autisme Punya Bakat Tersembunyi)

Mayra Mendez, seorang psikoterapis dan koordinator program untuk kecacatan intelektual di Santa Monica menjelaskan, fidget spinner adalah mainan yang menyenangkan meski tidak ada ilmu pengetahuan di dalamnya.

Namun, ia mengatakan mainan ini mungkin berguna untuk beberapa anak dalam situasi tertentu. Anak-anak dengan autisme cenderung suka melakukan perilaku sensorik seperti berputar-putar, mengepakkan tangan dan menatap kipas angin yang bergerak. 



Fidget spinner ini mungkin berguna untuk dijadikan cara yang tidak mengganggu anak-anak penderita autisme untuk terlibat dalam situasi tertentu. Tapi, apakah mereka dapat mengobati autisme? Tentu saja tidak.

Sementara itu, fidget spinner mungkin dapat mengalihkan anak penderita ADHD dan kecemasan. Bagi anak-anak yang sulit berkonsentrasi, Mayer merekomendasikan untuk mereka membangun keterampilan seperti meluangkan waktu untuk membaca, membantu mereka menghafal materi atau permainan lain.







(TIN)