8 Penyebab Halusinasi

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 19 Jul 2017 11:18 WIB
kesehatan
8 Penyebab Halusinasi
(Foto: via The Health Site)

Metrotvnews.com, Jakarta: Halusinasi terjadi bila seseorang melihat, mendengar, merasakan, bahkan mencium sesuatu yang sebenarnya tak ada. Persepsi yang terdistorsi tersebut dapat membuat penderit amaupun orang di sekitarnya kebingungan dan ketakutan.

Orang yang sering mengalami halusinasi sering dianggap memiliki kelainan jiwa. Padahal, ada penjelasan medis yang mendorong seseorang mengalami halusinasi.

1. Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental serius dan kronik dimana penderita memiiki kesulitan untuk membedakan dunia nyata dan maya. Salah satu gejala yang paling menonjol adalah halusinasi visual.

Beberap reaksi yang ditimbulkan dari halusinasi adalah bingung, takut atau tak peduli (untuk beberapa kasus). Selain itu, jenis halusinasi pada pasien skizofrenia juga umumnya beragam.

2. Mengigau

Mengigau terjadi ketika seseorang mengalami gangguan mental serius dan mendadak sehingga membuatnya kebingungan, tak sadar, dan disorientasi. Gejala lain dari mengigau adalah gelisah, sulit bicara, serta tak mampu memahami ucapan dan perubahan perilaku yang dialami. Penyebab mengingau biasanya karena konsumsi alkohol/obat-obatan terlarang dan gangguan elektrolit.

3. Demensia

Demensia adalah penurunan memori disertai kerusakan kognitif yang memengaruhi gerakan, bahasa, serta keseimbangan pada penderita. Sebuah studi menemukan bahwa halusinasi visual adalah gejala yang dialami 20 persen penderita demensia.

4. Kejang

Beberapa dokter menemukan bahwa kejang membuat seseorang mengalami halusinasi seperti adanya percikan singkat yang beripa bintik-bintik kecil berwarna atau berkedip. Umumnya, penderita epilepsi yang kejang akan melakukan hal-hal yang tak terkontrol, yang tergolong halusinasi.

5. Migrain

Pasien yang kerap mengalami migrain cenderung mengalami halusinasi. Para peneliti menemukan, jenis halusinasi yang dialam berupa melihat garis putih zig-zag yang berkedip, bahkan berwarna dalam beberapa kasus.

6. Gangguan tidur

Para peneliti menemukan bahwa gangguan tidur seperti insomnia, mengantuk seharian berlebihan, dan gangguan mental seperti depresi dan rasa cemas cenderung menyebabkan halusinasi. Sekitar 37 persen penderita mengalami halusinasi sebelum terbangun dari tidur nyenyak dimana halusinasi tersebut terlihat seperti mimpi.

7. Parkinson

Sekitar 50 persen penderita Parkinson mengalami halusinasi dimana mereka melihat orang lain, binatang, atau objek tertentu yang hanya ada dalam pikiran mereka.

8. Tumor

Pasien yang menderita tumor berkaitan dengan saraf optik bisa mengalami halusinasi visual. Faktanya, sebuah studi menemukan bahwa 13 dari 59 pesien dengan tumor lobus temporal mengalami halusinasi visula. Studi lain juga menemukan bahwa hampir 15 persen penderita tumor otak mengalami halusinasi.




(DEV)