Waspadai Retak pada Puting Susu

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 03 Jan 2018 12:50 WIB
kesehatan
Waspadai Retak pada Puting Susu
(Ekstra penuh bisa meregangkan kulit dan mengiritasi areola dan puting susu yang bisa menyebabkan fisura. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Nipple fissures atau fisura pada puting susu adalah retakan yang menyakitkan pada kulit puting dan areola. Nipple fissures biasa terjadi selama kehamilan dan menyusui, namun juga bisa disebabkan karena gesekan yang terus menerus.

Orang yang mengalami retakan puting susu harus merawatnya dengan hati-hati. Anda bisa melakukan perawatan di rumah, meski ada kalanya penting untuk menemui dokter.

Perubahan hormonal selama kehamilan bisa menyebabkan payudara menjadi lebih kencang. Ekstra penuh bisa meregangkan kulit dan mengiritasi areola dan puting susu yang bisa menyebabkan fisura.

(Baca juga: Pembentukan Payudara untuk Menyusui Dimulai Sejak Kandungan Usia 16 Minggu)

Wanita yang memiliki masalah dengan menyusui juga dapat mengalami retak puting susu. Jika bayi tidak menempel dengan benar (perlekatan yang tak tepat), mereka mungkin terlalu memaksakan pada kulit puting dan areola yang sensitif. Hal ini bisa menyebabkan iritasi.


(Ekstra penuh bisa meregangkan kulit dan mengiritasi areola dan puting susu yang bisa menyebabkan fisura. Foto: Pixabay.com)

Beberapa di bawah ini adalah penyebab lain terjadinya nipple fissures.

1. Nipple fissures karena gesekan
Terlalu banyak gesekan juga bisa mengganggu area puting susu. Misalnya yang terjadi pada para pelari, bra yang kurang pas membuat payudara terus bergesekkan sehingga membuat retakan bahkan pendarahan. Nipple fissures yang disebabkan oleh gesekan juga bisa terjadi pada peselancar dan bodyboarder karena papan dan air laut.

2. Nipple fissures karena reaksi alergi
Nipple fissures mungkin juga terjadi karena reaksi alergi terhadap sesuatu yang menyentuh kulit. Alergen ini bisa berupa bahan kimia atau wewangian dalam produk seperti deterjen, pelembut kain, sampo atau kondisioner, sabun atau shower gel, losion atau pelembap, parfum. Jika terjadi iritasi, dermatologi mungkin dapat merekomendasikan penggantian untuk mencegah gejalanya kembali.











(TIN)