Sayuran Hijau Efektif Mencegah Demensia

Anindya Legia Putri    •    Minggu, 24 Dec 2017 13:59 WIB
demensia
Sayuran Hijau Efektif Mencegah Demensia
Sayuran hijau bantu mencegah demensia (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Nutrisi yang ditemukan pada sayuran berdaun hijau dapat membuat kemampuan berpikir Anda 11 tahun lebih muda, menurut sebuah studi baru.

Demensia, penurunan fungsi memori dan kognitif menjadi salah satu aspek penuaan yang paling ditakuti. 

Periset di Universitas Rush dan Tufts University menganalisis 1.000 partisipan, dan menemukan bahwa mereka yang makan satu sampai dua porsi sayuran berdaun hijau setiap hari seperti kangkung, selada, dan bayam memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih lambat. Penelitian baru ini diterbitkan di jurnal Neurology.

Peserta studi melengkapi kuesioner frekuensi makanan, yang menanyakan seberapa sering mereka mengonsumsi makanan tertentu dalam satu tahun terakhir. Para peneliti kemudian memperkirakan kadar nutrisi yang dikonsumsi oleh masing-masing peserta berdasarkan tanggapan mereka.

Orang-orang dalam penelitian ini juga menjalani tes memori dan fungsi kognitif tahunan. Kelompok peserta yang mengonsumsi porsi sayuran berdaun hijau rata-rata per hari  (1,3 porsi sehari) mengalami penurunan kognitif lebih lambat dibandingkan mereka yang makan sayuran berdaun lebih sedikit. Secara statistik, efeknya otak mereka sama dengan 11 tahun lebih muda.

"Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat ini mungkin berasal dari nutrisi penting yang ditemukan pada sayuran hijau, seperti folat, lutein, dan nitrat, yang juga terkait dengan penurunan kognitif yang lebih lambat," ujar Dr Martha Clare Morris, penulis utama studi dan penulis buku 'Diet for the MIND: The Latest Science on What to Eat to Prevent Alzheimer’s and Cognitive Decline.'

Hal ini terjadi karena nutrisi di sayuran berdaun hijau melindungi dari peradangan, stres, dan perubahan yang merusak di otak, seperti yang telah dilaporkan dalam penelitian sebelumnya, menurut para peneliti.

"Efek perlindungan dari sayuran berdaun lebih banyak dari makanan sehat secara keseluruhan. Ini membuat arteri Anda tetap bersih, mengurangi risiko penyakit jantung, mengurangi risiko diabetes, dan semua itu baik untuk otak Anda," ujar Gayatri Devi, ahli saraf yang mengkhususkan diri menangani gangguan ingatan di Rumah Sakit Lenox Hill di New York City.






(DEV)