Benarkah Berteman dengan Mantan Pertanda Psikopat?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 22 Dec 2017 12:20 WIB
romansapsikologi
Benarkah Berteman dengan Mantan Pertanda Psikopat?
Secara umum, psikopat adalah seseorang yang memiliki kepribadian gelap, seperti psikopati, narsisisme, sadisme, dan Machiavellianisme. (Foto: Courtesy of Independent.co.uk)

Jakarta: Berbagai pendapat baik positif atau negatif muncul ketika membahas tentang berteman dengan mantan pasangan. Menurut sebuah studi, kecenderungan untuk tetap berhubungan baik dengan mantan tersebut bisa menjadi petanda dari sesuatu yang jahat. 

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences tersebut melihat bagaimana berhubungan dengan mantan pasangan akan menjadi tes baru untuk psikopati. 

Secara umum, psikopat adalah seseorang yang memiliki kepribadian gelap, seperti psikopati, narsisisme, sadisme, dan Machiavellianisme. Sifat ini identik dengan kurang empati dimana mereka melakukan sesuatu hanya untuk kesenangan atau kepentingan pribadi. 

Studi yang dilakukan Oakland University melihat kepribadian pada 861 subyek, termasuk riwayat hubungan. Mereka ditanyai tentang pasangan saat ini dan apakah masih berteman dengan mantan, kemudian diminta mengisi kuesioner untuk menentukan kualitas kenarsisan dan psikopati mereka. 

Secara keseluruhan, mereka yang memiliki kepribadian paling gelap cenderung masih menjalin hubungan pertemanan dengan mantan dengan alasan yang mencemaskan. 

Tetap memiliki kontak dengan pasangan memberikan beberapa keuntungan bagi psikopat untuk tetap mendapatkan akses pada hal-hal tertentu seperti informasi, uang, atau seks. 

(Baca juga: Fantasi Seksual Seorang Psikopat Bisa Bahayakan Hubungan?)


(Secara umum, psikopat adalah seseorang yang memiliki kepribadian gelap, seperti psikopati, narsisisme, sadisme, dan Machiavellianisme. Foto: Pixabay.com)

Psikopat umumnya menawan dan mengikat korban dengan intensitas yang  luar biasa. Namun, ini juga berarti sulit untuk melepaskan mereka. Psikopat dan narsistik cenderung mengincar orang yang sangat empatik karena dapat memperlakukan mereka dengan tak baik namun tak akan meninggalkan. 

Dengan tetap berhubungan dengan mantan, psikopat melaporkan motivasi strategi mereka seperti secara kepraktisan dan kesempatan untuk beraktivitas seksual. 

Dilansir dari Independent.co.uk menyebutkan bahwa, "Psikopat memperlakukan orang lain seperti daging. Seperti buaya yang menyimpan potongan daging. Mereka hanya mengambil segigit, dan bila butuh, mengambil segigit lagi. Psikopat dan narsistik seperti itu.

Jadi jika Anda terus berhubungan dengan mereka maka akan memperburuk trauma dan membuat Anda sulit lepas," papar doktor di bidang psikologi Perpetua Neo. 

Studi tersebut juga menemukan bahwa psikopat cenderung memilih teman yang memiliki agenda sama agar bisa tetap berada di sekitar korbannya. Menurut Neo, teman tersebut akan membantu psikopat dalam berbohong dan merasa perilaku tersebut normal. 

"Mereka berkata bahwa Anda telah mengenal bagaimana lingkungan Anda. Hal tersebut akan membuat situasi terlihat normal dan membuat pasangan terus berada di sekitar Anda, berpikir bahwa hubungan tersebut normal." Namun kesimpulannya, tak semua orang yang berhubungan dengan mantan adalah psikopat. 










(TIN)