Ini yang Dirasakan Saat Putus Cinta

Torie Natalova    •    Jumat, 23 Feb 2018 17:59 WIB
romansapsikologi
Ini yang Dirasakan Saat Putus Cinta
Sembuh dari putus cinta adalah sebuah proses. Dan berikut ini adalah tahapan dari putus cinta hingga berhasil menanganinya dengan baik. (Foto: Brooke Cagle/Unsplash.com)

Jakarta: Setiap orang yang jatuh cinta dan menjalin sebuah hubungan asmara pasti pernah mengalami yang namanya putus cinta. Jika cinta yang Anda rasakan sangat istimewa, perpisahan biasanya membuat Anda sedih dalam waktu cukup lama.

Tenang, kesedihan memang wajar terjadi ketika Anda putus cinta. Waktu adalah hal utama yang Anda putuskan untuk bisa kembali ke kehidupan normal. Perpisahan dapat lebih mudah diatasi jika meminta bantuan teman dan keluarga.

Menariknya, ada beberapa ilmu di balik perpisahan yang sulit dilakukan. Pada 2016, psikolog Stanford menemukan bahwa Anda lebih sulit menerima perpisahan jika memendamnya seorang diri. 

Jika Anda menemukan diri Anda terjebak dalam kecemasan, amarah atau depresi setelah putus cinta, penting untuk mencari bantuan profesional.

Sembuh dari putus cinta adalah sebuah proses. Dan berikut ini adalah tahapan dari putus cinta hingga berhasil menanganinya dengan baik dan hidup normal tanpa rasa sedih.


(Setiap orang yang jatuh cinta dan menjalin sebuah hubungan asmara pasti pernah mengalami yang namanya putus cinta. Foto: Brooke Cagle/Unsplashc.com)

(Baca juga: Perilaku Buruk Wanita saat Putus Cinta)

1. Syok
Syok merupakan perlindungan alami tubuh melawan sakit. Dan ketika hubungan Anda kandas, Anda mungkin tidak mau tahu dengan apa yang terjadi ke depannya karena terlalu mengerikan, sendirian serta membingungkan. 

Rasa tidak percaya akan terjadi selama beberapa menit, minggu bahkan berbulan-bulan, terlebih ketika perpisahan terjadi secara tiba-tiba. Tak heran jika ada momen disaat Anda mengalami sesak napas atau kesulitan tidur.

Cara mengatasinya: Cobalah untuk jalan-jalan atau meditasi dan melakukan kegiatan favorit Anda. Satu yang pasti, Anda pasti akan memahami keadaan yang terjadi saat ini.

2. Penyangkalan
Saat terjadi perpisahan, Anda cenderung menolak realita dan memendam perasaan. Ada rasa tak terima atas perpisahan ini, dan merasa hal tersebut tidak terjadi. Ini membuat Anda berharap bisa kembali berasama. 

Pada tahap ini Anda akan mencoba menghubunginya, mengecek akun sosial media dia, dan mencoba segala hal untuk bisa berjalan seperti dulu.

Cara mengatasinya: Menemui teman atau menulis sebuah diary untuk melepaskan ketakutan Anda berpisah darinya.


(Saat terjadi perpisahan, Anda cenderung menolak realita dan memendam perasaan. Foto: Felix Russell-Saw/Unsplash.com)

3. Menyendiri
Setelah Anda mengakui perpisahan itu, Anda mulai mencari dimana letak kesalahannya dan bagaimana itu terjadi serta cara menyelamatkannya. Saat ini yang Anda lakukan berada di dalam kamar sambil mengenang kebersamaan Anda dan dia. 

Cara mengatasinya: Cobalah untuk mandi agar badan dan kepala menjadi lebih dingin. Hubungi teman atau keluar dari rumah dan melakukan beragam aktivitas, bekerja ataupun bersosialisasi. Jangan memanjakan diri dan terpuruk seorang diri karena ulah cinta.

4. Menerima
Berada di tahap ini seperti berada di babak final setelah perpisahan. Kini, Anda sudah bisa menerima kenyataan perpisahan yang menyakitkan dan Anda melanjutkan hidup serta cita-cita yang mungkin saja tertunda sejak bersama dia. Anda pun siap kembali menjalani hidup dengan bahagia. Mungkin Anda telah menjalani tahap percintaan yang tak mudah, namun dengan berjalannya waktu Anda akan bisa menerimanya.

Cara mengatasinya: Rayakan saat bahagia ini karena pada akhirnya Anda bisa melupakannya, misalnya dengan berlanja yang Anda inginkan selama ini atau menonton ke bioskop film yang sedang box office. Jangan heran jika terkadang Anda masih merasakan saat-saat kesedihan, ini normal. Tapi, teruskan berpikir positif dan jangan terjebak di dalamnya lagi.








(TIN)