Makan Sehat tak Harus Mahal

   •    Rabu, 06 Dec 2017 16:18 WIB
tips kesehatan
Makan Sehat tak Harus Mahal
Ilustrasi. (Foto: iStock)

Jakarta: Belanja kebutuhan rumah tangga terutama yang berkaitan dengan makanan sehari-hari kadang menguras dompet dan kesabaran. Padahal setiap keluarga tentu menginginkan makanan sehat dalam menu setiap harinya.

Namun ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan untuk membuat menu makan keluarga tetap sehat tapi tak menguras kantong. Yang perlu Anda lakukan adalah membuat perencanaan awal tentang menu makan keluarga Anda selama satu minggu.

Buat daftar
Tulis daftar belanja apa saja yang Anda butuhkan selama satu minggu ke depan. Ini membantu Anda menghindari pembelian barang yang tak dibutuhkan yang bisa menguras isi dompet dan merusak diet Anda.

Beri batasan
Berikan pengertian pada anak-anak bahwa ketika mereka mengambil sesuatu dari rak di pusat perbelanjaan maka akan ada barang lain yang harus dikembalikan.

Jangan belanja saat Anda lapar
Ketika Anda belanja saat lapar, Anda akan membeli barang yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

Atur uang
Alokasikan lebih banyak anggaran untuk makanan pokok yang bernutrisi. Seperti roti, sereal, buah, sayuran, beras, pasta, dan susu. Bahan-bahan tersebut bertahan lebih lama sepanjang pekan dan bisa dijadikan menu dasar. Tak hanya bertahan lama, bahan makanan pokok tersebut akan lebih murah jika dibeli dalam jumlah yang besar.

Mengganti menu daging
Jika Anda biasa menyisipkan daging dalam menu pokok harian cobalah ganti dengan kacang-kacangan. Kacang polong misalnya untuk menambah serat.

Pilih sayur atau buah lokal
Sayur atau buah lokal musiman adalah pilihan tepat untuk melengkapi menu harian Anda. Buah dan sayur semacam ini juga lebih murah dan berkualitas baik. Untuk mendapatkan buah atau sayur yang sedang tumbuh pada musimmya, Anda bisa datang langsung ke petani dan membelinya.

Pasar tradisional
Pasar tradisional punya stok buah dan sayur yang tak kalah berkualitas dengan yang ada di swalayan. Selain berkualitas, harganya pun lebih murah.

Baca label kandungan nutrisi
Jangan terkecoh dengan jargon bebas kolesterol atau sumber kalsium dalam makanan kemasan. Luangkan waktu untuk membaca setiap informasi nutrisi atau daftar bahan yang ada di kemasan.

Ada beberapa indikator yang bisa Anda jadikan referensi untuk memilih makanan. Misalnya penyebutan bebas gula. Sebuah produk olahan tidak mungkin tidak mengandung gula sama sekali. Mungkin penyebutannya bukan gula tetapi fruktosa, sirup jagung, sirup buah terkonsentrasi, atau sukrosa yang sebenarnya mengandung jumlah energi yang sama dengan gula.

Ada pula produk yang menyematkan dalam kemasannya dengan label sehat. Tentu label itu tidak sepenuhnya benar. Istilah itu mungkin mengacu pada makanan yang ringan secara warna, rasa, tekstur, atau rasa. Bahkan jika mengacu pada kandungan lemak dalam produk masih mungkin makanan tersebut bukan pilihan yang sehat.

Kandungan lemak dalam produk kemasan mungkin kurang dari produk yang dihasilkan oleh pabrikan. Beberapa keju rendah lemak mungkin masih mengandung lemak hingga 25 persen.

Pun dengan label bebas kolesterol. Suatu produk mungkin tidak mengandung kolesterol tapi melainkan masih mengandung lemak tinggi namun disamarkan. Ingat, produk olahan dengan lemak jenuh seperti minyak terhidrolisa tak hanya dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah namun juga berkontribusi pada kenaikan berat badan. (Healthy Kids)


(MEL)