Meditator Kawakan Rinpoche Sambangi Jakarta Pekan Depan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 06 Oct 2016 16:22 WIB
kesehatan
Meditator Kawakan Rinpoche Sambangi Jakarta Pekan Depan
(Foto: Nytimes)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meditator kelas internasional Yongey Mingyur Rinpoche yang bergelar The Happiest Man on Earth akan mengunjungi Indonesia untuk mengajarkan praktik meditasi Joy of Living pada 13-19 Oktober.

Mahaguru yang lahir tahun 1975 tersebut mengajarkan praktik meditasi yang sistematis, paraktis, dan universal.

Rinpoche telah mendalami meditasi sejak berusia 9 tahun untuk mengusir rasa panik yang sering dialaminya. Ia menghabiskan masa kecilnya dengan melakukan retret ketat. Pada usia 17 tahun, ia menjadi guru di pusat retretnya, posisi yang jarang dimiliki oleh biksu muda di India.

Ia juga menyelesaikan pelatihan Buddhis tradisional dalam filsafat dan psikologi, serta mendirikan sebuah perguruan tinggi monastik di biara rumahnya yang terletak di utara India. Rinpoche juga mengikuti pelatihan ekstensif dalam tradisi meditasi dan filosofi Buddhisme Tibet.

"Keinginan Rinpoche untuk berbagi cara meditasi membuatnya mendirikan Yayasan dan Komunitas Meditasi Tergar yang hingga kini sudah ada di beberapa negara seperti Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan beberapa negara lainnya. Di Indonesia sudah ada sejak 2006," ujar Linda Widjaja selaku perwakilan Komunitas Meditasi Tergar di Indonesia dalam temu media, di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Tergar, yang merupakan bahasa Tibet, berarti tempat dimana orang berkumpul dalam upaya menciptakan perubahan lewat praktik meditasi dengan tujuan perubahan yang baik dalam hidup.

Linda menjelaskan bahwa meditasi Joy of Living yang akan diajarkan pekan depan pada dasarnya terdiri dari tiga tingkat. Pertama, tingkat kesadaran untuk menciptakan ketenangan batin.

Selanjutnya, pada level kedua akan diajarkan tentang cinta dan sifat welas asih. Pada dasarnya, ketika seseorang telah melewati level pertama yang mampu menjaga kesadaran, maka cinta kasih akan muncul dengan sendirinya.

"Segala tindakan yang dilakukan penuh kesadaran tentunya akan membuat kita lebih sadar dalam berperilaku dan bertutur kata untuk tidak menyakiti hati orang lain. Di situlah kasih juga muncul," tambah Linda.

Level terakhir adalah kebijaksanaan, yang bisa diperoleh setelah mendapatkan keseimbangan batin. Pada level ini, keterpaduan antara kesadaran dan cinta kasih akan memunculkan kebijaksanaan yang menghasilkan kualitas hidup semakin baik.



(DEV)