8 Faktor Penyebab Melahirkan Bayi Prematur

Torie Natalova    •    Kamis, 06 Oct 2016 12:06 WIB
bayi
8 Faktor Penyebab Melahirkan Bayi Prematur
Tidak semua bayi yang lahir prematur memiliki tubuh sangat kecil dibanding bayi yang lahir normal. (Foto: Foxnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tidak semua bayi yang lahir prematur memiliki tubuh sangat kecil dibanding bayi yang lahir normal atau cukup umur kehamilan. Normalnya, kehamilan berlangsung selama 40 minggu, namun bayi prematur lahir di usia antara 27-37 minggu kehamilan.

Meski banyak bayi prematur yang tidak bertubuh kecil, namun bayi prematur berisiko mengalami masalah pada fisik dan perkembangannya.

Bayi-bayi yang lahir antara usia 23-28 minggu berisiko tinggi mengalami komplikasi seperti celebral palsy, ADHD, kecemasan, asma, masalah penglihatan, pendengaran dan pencernaan juga infeksi dan yang paling berbahaya adalah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Wanita yang rentan melahirkan bayi prematur biasanya yang memiliki kebiasaan merokok, minum alkohol, penyalahgunaan obat juga serta terbatasnya kesempatan untuk mengecek kehamilan. Sementara dari faktor kesehatan, diabetes, tekanan darah tinggi, preeklamsia, pembekuan darah atau wanita yang hamil bayi cacat juga berisiko melahirkan bayi prematur.

Namun, bagi beberapa wanita, faktor risiko tertentu tidak begitu jelas membuat mereka melahirkan bayi prematur. Dilansir Fox News, beberapa faktor risiko berikut ini bisa membuat Anda melahirkan bayi prematur.

1. Leher rahim pendek
Wanita yang memiliki leher rahim pendek setelah menjalani electrosurgical excision procedure (LEEP), prosedur yang dilakukan tes untuk mengecek kanker atau sel abnormal, lebih berisiko melahirkan bayi prematur.

2. Depresi
Wanita yang mengalami depresi selama kehamilan memiliki 30-40 persen risiko melahirkan bayi prematur di usia 32-36 minggu. 

(Baca juga: Manfaat ASI Bagi Kehidupan Bayi Prematur)

3. Bertubuh kurus
Meski kebanyakan wanita mengalami kenaikan badan saat hamil, sebanyak 21 persen wanita tidak mengalami kenaikan berat badan. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko melahirkan prematur. Diet makanan yang sehat dan olahraga yang baik bisa mencegah melahirkan prematur.

4. Infeksi
Infeksi seperti bakteri vaginosis dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi prematur.

5. Sejarah pribadi
Jika sebelumnya pernah melahirkan bayi prematur, risiko melahirkan kembali bayi prematur cukup besar. Studi menunjukkan, 30-50 persen wanita yang pernah melahirkan prematur akan mengalami kondisi serupa di kehamilan berikutnya.

6. Jarak kelahiran
Studi menunjukkan jarak atau waktu kehamilan yang berdekatan dapat meningkatkan risiko melahirkan prematur. Bahkan, lebih dari setengah wanita yang hamil setelah 12 bulan melahirkan bayi, melahirkan kembali sebelum usia kehamilan mencapai 39 minggu. Peneliti mengatakan, waktu optimal antara kehamilan satu dengan kedua adalah 18 bulan.

7. Bayi tabung
Banyak wanita memilih metode in-vitro fertilization (IVF) untuk hamil. Meski tidak jelas mengapa, wanita yang hamil melalui IVF atau bayi tabung memiliki risiko untuk kelahiran prematur.

8. Kembar
Kelahiran prematur adalah komplikasi paling umum untuk wanita yang hamil bayi kembar. 90 persen dari kembar tiga dan hampir semua kembar empat atau lebih, lahir secara prematur.






(TIN)