Desain Baru Lensa Kontak Bantu Pengobatan Glaukoma

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 01 Sep 2016 13:56 WIB
kesehatan
Desain Baru Lensa Kontak Bantu Pengobatan Glaukoma
(Foto: UPI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Desain lensa kontak yang baru dapat meningkatkan jenis pengobatan pada penderita glaukoma, dengan menggunakan sistem obat tetes.

Sebuah temuan mengungkapkan bahwa lensa tersebut, yang menggunakan lapisan tipis polimer obat, strategis untuk memberikan obat secara bertahap untuk mata, setidaknya efektif sebagai tetes mata latanoprost harian dalam model pra-klinis untuk glaukoma.

"Kami menemukan bahwa dosis lensa kontak yang lebih rendah memberikan penurunanan tekanan yang sama obat tetes latanoprost, dan dosis yang lebih tinggi, menariknya, memiliki penurunan tekanan yang lebih baik dalam studi kecil kami," ujar pencetus pertama Joseph Ciolino, dokter mata di Massachusetts Eye dan Ear Infirmary di Amerika Serikat.

"Berdasarkan data sementara kami, lensa tidak hanya potensi untuk meningkatkan kepatuhan pasien, tetapi juga potensi memberikan pengurangan tekanan yang lebih baik daripada tetes," Ciolino, yang juga Asisten Profesor of Ophthalmology di Harvard Medical School, mencatat.

Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan yang permanen di dunia. Meskipun tidak ada obat untuk glaukoma, obat mata bertujuan untuk menurunkan tekanan mata agar kehilangan penglihatan mata dapat dicegah. Saat ini, obat tetes mata yang terkadang menimbulkan rasa menyengat dan terbakar pada mata, sukit dijadikan solusi karena tingkat kepatuhan pasien untuk memakainya yang hanya sekitar 50 persen.

Para peneliti mendesain kontak lensa baru yang mengandung lapisan tipis dari polimer pembungkus kapsul obat-obatan pada bagian pinggir untuk memperlambat masuknya obat-obatan ke dalam lensa. Karena berada di pinggir, bagian tengah lensa pun bersih sehingga memungkinkan untuk melihat secara normal, bernapas, dan hidrasi pada mata. Lensa ini juga dibuat tanpa efek bias atau dengan kemampuan untuk memperbaiki kesalahan bias pada mata rabun jauh atau rabun dekat.

"Alih-alih mengambil lensa kontak dan memungkinkan untuk menyerap obat dan melepaskannya dengan cepat, lensa kami menggunakan lapisan polimer untuk diberi obat, dan lapisan ini memiliki rasio  luas permukaan dengan volume besar, yang memungkinkan obat untuk melepaskan lebih banyak perlahan-lahan," kata penulis senior Daniel Kohane dari  Rumah Sakit Anak Boston .

Studi ini dipublikasikan secara online dalam jurnal Ophthalmology.


(DEV)