Seberapa Penting Menggunakan Helm Saat Bersepeda?

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 21 Aug 2016 11:05 WIB
kesehatan
Seberapa Penting Menggunakan Helm Saat Bersepeda?
(Foto: goodwin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi di Amerika Serikat mengungkapkan, bahwa helm sepeda, meskipun mendapat banyak kritik karena tak cukup protektif, ternyata dapat mengurangi risiko cedera otak traumatik berat (TBI) sebanyak 50 persen.

Para peneliti melaporkan dalam American Journal of Surgery bahwa pengendara yang menggunakan helm cenderung memiliki kemungkinan kecil untuk kehilangan nyawanya akibat terluka, atau mengalami luka pada tulang wajah dibandingkan mereka yang tidak menggunakan.

"Ini seperti menggunakan sabuk pengaman. Menggunakannya tidak menjamin Anda tak akan mengalami kecelakaan, namun bisa mengurangi risiko terluka atau meninggal karena kecelakaan," kata Dr Jerri Rose, seorang dokter darurat pediatrik di University Hospitals 'Rainbow Babies and Children Hospital di Cleveland, Ohio.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), jutaan orang di Amerika Serikat mengendarai sepeda, namun kurang dari setengahnya tidak memakai helm. terdapat sekitar 900 kematian dari sekitar 494 ribu kunjungan ke Unit Gawat Darurat karena kecelakaan sepeda pada 2013.

Para peneliti menganalisa catatan dari 6.267 orang yang mengalami pendarahan pada bagan tengkorak akibat kecelakaan sepeda pada tahun 2012 menggunakan data dari Bank Data Trauma Nasional American College of Surgeons.

Seperempat dari korban telah menggunakan helm saat kecelakaan terjadi dan setengah dari korban memiliki cedera otak traumatis yang parah. Sementara 3 persen meninggal.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang memakai helm memiliki risiko 52 persen lebih rendah terkena TBI parah dan 44 persen lebih rendah mengalami kematian, dibandingkan mereka yang tidak menggunakan helm.

Pengendara dengan helm juga memiliki kemungkinan 31 persen lebih rendah mengalami patah tulang wajah karena bagian atas dari wajah, terutama di sekitar mata, itu yang paling terlindungi. Namun, helm kurang bersifat protektif pada bagian wajah di bawah, seperti hidung dan rahang.

Selain itu, orang-orang yang mengenakan helm mengurangi kemungkinan untuk menjalani operasi otak.

"Penggunaan helm selalu kontroversial. Para kritikus berpendapat helm sepeda yang didesain lengkap tidak ada guna karena tidak melindungi pengendara saat terluka parah," ungkap rekan penulis studi Dr Asad Azim, seorang peneliti di departemen Bedah di Universitas Arizona di Tucson.

Namun, ternyata tidak demikian. Pengendara sepeda berhelm ternyata membuat warna kulit lebih cerah, untuk para wanita.

Sementara itu, data menunjukkan bahwa mereka yang berusia 60-70 tahun adalah yang paling senang menggunakan helm. Sementara hal sebaliknya terjadi pada kelompok usia 10-20 tahun.

"Remaja menganggap helm ini tidak keren. Padahal, mulai menggunakannya secepat mungkin sangat penting, kalau bisa saat sudah bisa mengendarai, agar menjadi rutinitas" tambahnya.


(DEV)