Kesalahan Pelari Pemula Maraton

Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 07 Feb 2019 09:16 WIB
kesehatanmaraton
Kesalahan Pelari Pemula Maraton
Matias Ibo menjelaskan tentang kesalahan yang dilakukan pelari maraton pemula. Berikut informasinya. (Foto: Martins Zemlickis/Unsplash.com)

Jakarta: Bisa menaklukkan puluhan kilometer rute dalam lomba lari memang memuaskan. Hal terpenting, jangan sampai Anda melakukan kesalahan fatal selama proses mencapai garis finish maraton. 

Fisioterapis Indonesia, Matias Ibo, menjelaskan tentang kesalahan yang dilakukan pelari maraton pemula. Salah satunya, pemula akan fokus pada jarak dan terburu-buru ingin mencapai jarak yang jauh.

"Misalnya saya terbiasa lari 20 kilometer. Lalu ada pelari pemula yang melihat saya dan ingin berlari dengan jarak tersebut juga, padahal belum pernah melakukannya," ujar Ibo di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat.

Apabila dipaksakan akan membuat pelari pemula menjadi cedera, kapok, dan berujung tidak mau lari lagi. Ia menekankan, jika ingin lari maraton, buatlah target jarak lari secara perlahan meningkat.

(Baca juga: Kiat Pelari Pemula Maraton dari Soraya Larasati)


(Fisioterapis Indonesia, Matias Ibo menjelaskan tentang kesalahan yang dilakukan pelari maraton pemula. Salah satunya, pemula akan fokus pada jarak dan terburu-buru ingin mencapai jarak yang jauh. Foto: Dok. Instagram Matias Ibo/@matiasibo)

Anda harus bisa memahami seberapa besar kualitas daya tahan tubuh Anda. Ikutilah kemampuan Anda saat ini, misalnya dengan berlari sejauh lima kilometer. Kemudian, latihlah diri Anda berlari sejauh 10 kilometer dan tambah lagi hingga berapa pun.

"Mencoba lari satu putaran GBK (lapangan Gelora Bung Karno) tanpa berhenti. Jika sudah bisa, pelan-pelan jadikan lari sebagai rutinitas. Bila sudah terbiasa, dalam tiga minggu reaksi tubuh sudah baik sehingga perlahan jarak lari bisa ditingkatkan," paparnya.

Perlu diingat kembali, jangan paksakan diri Anda ketika Anda tidak mampu melakukannya. Ibo menyatakan, untuk bisa menjadi pelari maraton dibutuhkan proses panjang dengan waktu yang tidak singkat pula. Jika progresnya cepat, dalam seminggu Anda dapat menempuh 50 kilometer.

"Kalau awal lari tidak usah terlalu memikirkan jarak. Latihan untuk maraton itu idealnya empat kali per minggu dan jaraknya tidak boleh sama agar tubuh tidak jenuh. Bila jaraknya sama, tubuh akan terpola sehingga begitu diubah akan menjadi cedera," tutur dia.

Kesalahan lain ialah pakaian yang dikenakan saat latihan berlari. Mantan fisioterapis pemain Tim Nasional Sepakbola Indonesia itu menekankan, banyak orang yang mengenakan jaket ketika berlari di siang hari dan bisa berisiko fatal.


(Anda harus bisa memahami seberapa besar kualitas daya tahan tubuh Anda. Ikutilah kemampuan Anda saat ini, misalnya dengan berlari sejauh lima kilometer. Kemudian, latihlah diri Anda berlari sejauh 10 kilometer dan tambah lagi hingga berapa pun. Foto: Des Tan/Unsplash.com)

"Itu penyebab utama serangan jantung. Alasan mereka memakai jaket agar keluar banyak keringat lalu berat berat badan turun, itu salah. Yang ada cairan tubuh menjadi turun dan itu berbahaya sekali," pungkasnya.

Sebaliknya, pakaian dan sepatu yang harus dikenakan ketika berlari di siang hari ialah yang sesuai dengan diri Anda sendiri, tanpa membuat panas hingga sesak saat lari. Selain itu, berlarilah dengan nyaman dengan metode apa pun.

Anda bisa berlari dengan teman sambil mengobrol asyik. Jika ingin lebih santai, Anda juga bisa mendengarkan lagu kesukaan Anda di sepanjang rute lari.

Akan tetapi, jika Anda ingin meningkatkan dan melatih mental untuk maraton, cobalah berlari sendiri dengan keheningan. Berlari tanpa teman atau mendengarkan lagu setidaknya selama satu jam, bisa melatih mental Anda menjadi lebih fokus.




(TIN)