Studi: Semakin Banyak Orang Malas Berjalan Kaki

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 25 Oct 2018 08:00 WIB
studi kesehatan
Studi: Semakin Banyak Orang Malas Berjalan Kaki
Studi yang melibatkan 2.000 orang dewasa menemukan bahwa 40 persen orang tak ingin berjalan kaki lebih dari 1,6 kilometer. (Foto: Matthew Feeney/Unsplash.com)

Jakarta: Beragam transportasi yang tersedia sepertinya membuat orang semakin malas berjalan kaki. Sebuah studi menemukan bahwa berjalan kaki lebih dari 30 menit masuk dalam kategori terlalu jauh. 

Studi yang melibatkan 2.000 orang dewasa tersebut menemukan bahwa 40 persen dari mereka tak ingin berjalan kaki lebih dari 1,6 kilometer dan lebih memilih menggunakan transportasi. Sekitar 74 persen menunda berjalan kaki karena hujan dan 4 dari 10 orang lebih memilih lift daripada naik tangga. 

Meski demikian, survei yang dilakukan badan amal hewan SPANA tersebut menemukan bahwa tiga perempat orang Inggris mengaku perlu lebih banyak berjalan kaki. Seperlima responden mengaku tak punya waktu untuk berjalan dan memilih berkendara untuk mempercepat waktu sampai tujuan. 

Para ahli kesehatan, termasuk NHS, menyarankan 10 ribu langkah per hari adalah jumlah ideal berjalan, setara dengan 8 kilometer. 


(Sebuah studi menemukan bahwa berjalan kaki lebih dari 30 menit masuk dalam kategori terlalu jauh. Foto: Anika Huizinga/Unsplash.com)

(Baca juga: Berjalan Kaki Setara dengan Olahraga?)

Faktanya, 7 dari 10 orang mengaku tak bisa lari lebih dari 1,6 kilometer tanpa kehabisan napas. 

"Sepertinya, orang Inggris saat ini berjalan lebih sedikit daripada generasi sebelumnya," tukas Geoffrey Dennis, Kepala Eksekutif SPANA.

Menurutnya, gaya hidup sibuk dan fakta bahwa sebagian besar rumah tangga sekarang memiliki mobil hanyalah beberapa faktor di balik kemalasan. 

"Tapi, ketika membahas tentang jalan kaki, jelas kita punya pilihan itu. Kebanyakan orang suka berjalan untuk kebugaran atau kesenangan."





(TIN)