Beda Gejala Serangan Jantung Pria dan Wanita

Torie Natalova    •    Jumat, 14 Dec 2018 19:31 WIB
kesehatanjantung
Beda Gejala Serangan Jantung Pria dan Wanita
Menurut penelitian, gejala serangan jantung pada wanita sangat berbeda dibandingkan pada pria. (Foto: Yoann Boyer/Unsplash.com)

Jakarta: Gejala serangan jantung pada pria seringkali ditandai dengan sakit pada tangan dan bagian dada. Tetapi, gejala tersebut tidak terjadi pada wanita dan bisa benar-benar berbeda.

Berdasarkan jurnal European Heart Journal: Acute Cardiovascular Care, ketidaktahuan gejala serangan jantung pada wanita bisa berbahaya dan mematikan. Mengapa banyak wanita tidak menyadari mereka mengalami serangan jantung?

Menurut penelitian, gejala serangan jantung pada wanita sangat berbeda dibandingkan pada pria. Wanita mungkin mengalami lebih banyak merasa sakit di perut daripada di dada. Selain itu, wanita mungkin merasakan sesak di dada, berkeringat, mual, kelelahan, detak jantung yang cepat.

(Baca juga: Studi: Olahraga Kebugaran Bantu Turunkan Risiko Gangguan Jantung Akibat Depresi)


(Berdasarkan jurnal European Heart Journal: Acute Cardiovascular Care, ketidaktahuan gejala serangan jantung pada wanita bisa berbahaya dan mematikan. Foto: Ilustrasi. Brooke Cagle/Unsplash.com)

Seringkali gejala tersebut dianggap tidak berkaitan dengan serangan jantung sehingga diabaikan untuk diperiksa mendalam. Penelitian juga menunjukkan respons wanita lebih lambat untuk memanggil bantuan medis ketika mengalami gejala serangan jantung, dibanding respons pria saat mengalami sakit di dada.

Wanita biasanya lebih tua ketika mengalami serangan jantung dibanding pria. Tetapi, penyakit jantung iskemik adalah penyebab utama kematian pada wanita dan pria.

Mencegah penyakit jantung merupakan langkah terbaik. Melakukan olahraga teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung. Ada beberapa rekomendasi kesehatan jantung khusus wanita yang perlu diingat.

Wanita harus menghindari merokok atau produk tembakau lain untuk menghindari risiko serangan jantung. Selain itu, tidur cukup waktu selama tujuh hingga delapan jam setiap malam, mengurangi stres, rutin olahraga serta mengurangi risiko arteri tersumbat yang bisa berasal dari makanan berlemak tak sehat.




(TIN)