Terapi dengan Teknologi untuk Penderita Stroke

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 12 Dec 2018 16:18 WIB
stroke
Terapi dengan Teknologi untuk Penderita Stroke
Dalam bentuk terapi Virtual Reallity, seorang akan terhubung dengan dunia virtual menggunakan perangkat lunak interaktif dan sensor gerak. (Foto: Jeshoots/Unsplash.com)

Jakarta: Penyakit stroke terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau sama sekali berkurang. Hal itu menyebabkan matinya sistem otak hingga menimbulkan kerusakan permanen. 

Penderita biasanya menghadapi berbagai kesulitan setelah terserang stroke. Seperti gangguan motorik dan emosional. 

Memilih langkah rehabilitasi medis bisa membantu menyembuhkan stroke. Namun selain itu perkembangan teknologi nyatanya bisa dimanfaatkan untuk membuahkan hasil yang lebih optimal. 

“Pasien neurologis saat ini dapat memperoleh manfaat luar biasa dari berbagai teknik dan peralatan rehab canggih," kata Bruce Myers, physiatrist, dari department at Portsmouth Regional Hospital.

Myers bilang, teknologi yang bisa dimanfaatkan mencakup teknologi yang bersifat interaktif. Katanya, hal ini secara efektif bisa memprogram ulang otak setelah penderita terkena serangan stroke. 

"Jika saat ini Anda mencari perawatan yang tepat untuk diri sendiri atau orang yang Anda cintai, tenanglah karena tahu bahwa opsi dan peluang untuk hasil positif lebih besar daripada sebelumnya," ujarnya.

Myers mengutarakan beberapa teknologi yang bisa membantu rehabilitasi stroke. Berikut teknologi yang cukup ampuh mengembalikan fungsi tubuh penderita, melansir Saebo.

1. Video Game
Penelitian telah menunjukkan bahwa perangkat elektronik dan video game merupakan bentuk rehabilitasi yang sangat baik buat penderita stroke. Video game baik digunakan untuk meningkatkan perkembangan kognitif.

"Ketika penderita stroke menyelesaikan satu level atau satu putaran permainan, maka bisa memberikan motivasi dan rasa pencapaian yang mendalam," kata Myers.

]
Bermain video game bisa meningkatkan perkembangan kognitif (Foto: Jeshoots.com/Usplash.com)

2. Terapi Robotik
Biasanya penderita stroke memiliki keterbatasan kemampuan motorik atau kesulitan menjalankan fungsi tertentu. Perangkat robot bisa menjadi pilihan yang baik untuk membantu dalam mempelajari kembali gerakan tertentu. 

Perangkat ini dapat langsung terhubung ke sistem tubuh dan membantu memfasilitasi penderita stroke dalam melakukan gerakan-gerakan tertentu. 

"Lambat laun, memungkinkan pengguna menjadi lebih mampu menjalankan gerakan fungsional pada masa depan," ungkapnya.

3. Terapi Virtual Reality
Virtual reality adalah bidang pengembangan baru yang muncul selama sepuluh tahun terakhir. Dalam bentuk terapi ini, seorang akan terhubung dengan dunia virtual menggunakan perangkat lunak interaktif dan sensor gerak. 

"Simulasi virtual reality ini dapat digunakan untuk mempelajari kembali aktivitas kehidupan sehari-hari," imbuhnya.

Peran Keluarga dalam Menangkal Diabetes



(FIR)