Mengenal Pneumonia Secara Umum

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 18 Nov 2016 12:00 WIB
kesehatan anak
Mengenal Pneumonia Secara Umum
Diperkirakan saat ini kasus pneumonia adalah 3,55 persen dari jumlah balita di Indonesia yang berjumalah 10 persen dari penduduk keseluruhan. (Foto: Fthmb.tqn)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pneumonia dan diare rupanya masih menjadi penyebab kematian balita yang utama di Indonesia dimana dua infeksi pembunuh ini menyebabkan 6 anak berusia bawah lima tahun (balita) meninggal setiap menitnya.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan insiden pneumonia di Indonesia adalah 1,8 persen dengan prevalensi 4,5 persen. Artinya, dari 23 balita yang meningggal setiap jam ada empat di antaranya karena pneumonia. Tahun lalu, terdapat 554.650 kasus pneumonia yang dilaporkan sepanjang tahun.

Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru. Alveoli, kantung kecil berisi udara ketika bernapas dalam paru-paru, dipenuhi dengan nanah dan cairan sehingga asupan oksigen pun terganggu. Salah satu gejala awal dari penyakit ini adalah batuk-batuk pada anak disertai napas yang cepat.

(Baca juga: Waspada! Pneumonia Intai Anak-anak)

Penyakit tersebut disebabkan oleh beberapa jenis mikroorganisme, yaitu virus, bakteri, dan jamur. Penyebab paling umum dari penyakit ini adalah bakteri Streptococcus pneumoniae, disusul dengan bakteri Haemophilus influenzae tipe b (Hib), dan virus Respiratory Syncytial Virus (RSV).

"Data dari laporan rutin puskesmas kasus pneumonia tahun 2015 lumayan meningkat tajam. Diperkirakan saat ini kasus pneumonia adalah 3,55 persen dari jumlah balita di Indonesia yang berjumalah 10 persen dari penduduk keseluruhan," papar Dr. Cristina Widaningrum Mkes, selaku Kasubdit ISPA Dirjen Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular Langsung (P2PML), Kementerian Kesehatan dalam forum diskusi “Bakteri Penyebab Pneumonia Ada di Sekitar Kita", Kamis (17/11/2016).

Pneumonia dapat ditularkan melalui droplet ketika batuk atau bersin. Virus dan bakteri yang biasanya ditemukan di hidung atau tenggorokan anak, dapat menginfeksi paru-paru jika terhirup. Menyebar melalui darah pada saat proses kelahiran.

Untuk pengobatan, antibiotik adalah solusi pada penyakit pneumonia dengan pilihan pertama yang digunakan adalah amoksilin. Namun, sebagian besar kasus pneumonia memerlukan antibiotik oral yang bisa diperoleh oleh maayarakat dengan harga terjangkau. 





(TIN)