Mengapa Mimpi Buruk Sering Dialami Anak-anak?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 18 Nov 2016 15:52 WIB
tidur
Mengapa Mimpi Buruk Sering Dialami Anak-anak?
Orangtua sebaiknya memerhatikan waktu dimana anak biasa terbangun karena mimpi buruk. (Foto: I.huffpost)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah anak Anda sering terbangun tengah malam karena mengalami mimpi buruk? Jika iya, itu artinya anak Anda mengalami gangguan tidur karena ternyata mimpi buruk atau nightmare masuk dalam kategori tersebut. 

"Ini adalah gangguan tidur saat berada dalam siklus tidur menuju nyenyak, namun tak ada implikasi pada aktivitas saraf lain jika mengalami nightmare," terang dr. Astuti SpS (K) - Spesialis Saraf & Neurologi dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dalam acara diskusi 'Bahaya Insomnia dan Hubungannya dengan Penyakit Komplikasi Lainnya', Jumat (18/11/2016).

(Baca juga: Manfaat Tidur dengan Posisi Miring ke Kiri)

Ia menambahkan, ada ganggun lain yang lebih buruk daripada nightmare, yaitu teror malam atau night terror. Gangguan ini memengaruhi sistem saraf otonom sehingga seseorang akan mengalami jantung berdebar, mata melotot, bahkan berteriak-teriak ketika mengalaminya hingga terbangun. 

Menurut dr. Astuti, kedua gangguan tersebut biasa dialami oleh anak-anak. Mengapa demikian?

"Kemungkinan ada kejadian psikis yang dialami, biasanya pengalaman buruk seperti di tindas, oleh orang di sekitar dia yang terbawa dalam pikiran hingga malam," jawab dr. Astuti. 

Jika anak sering mengalami hal tersebut, dr. Astuti menyarankan untuk membangunkan mereka sebelum serangan tersebut terjadi.

"Orangtua sebaiknya memerhatikan waktu dimana anak biasa terbangun karena mimpi buruk. Jika sudah tahu, bangunkan anak sekitar setengah jam sebelum serangan agar anak tak masuk dalam fase mimpi," sarannya.







(TIN)