Belajar dari Pola Pikir Orang Sukses

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 02 Nov 2016 18:09 WIB
karier
Belajar dari Pola Pikir Orang Sukses
Tugas yang menumpuk di kantor seharusnya tidak dijadikan momok berkelanjutan saat berasa di rumah. (Foto: Careersclub.wearethecity)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjadi orang sukses adalah impian banyak orang, dengan definisi yang berbeda-beda. Salah seorang motivator kondang Indonesia, membocorkan apa yang dapat membuat seseorang mencapai kesuksesannya.

"Pola pikir atau cara berpikir orang sukses berbeda. Namun secara keseluruhan mereka semua rendah hati atau humble," ujar Best EQ Trainer Indonesia Anthony Dio Martin dalam seminar Mental Detoxification: Pikiran Positif, Tindakan Positif, Hasil Positif pada Rabu (2/11/2016).

Pola pikir tersebut kelak akan memengaruhi pula perilaku yang nantinya akan terbukti lewat hasil. Rendah hati yang merupakan kunci para orang sukses tersebut dimulai sejak langkah awal hingga pada akhirnya prestasi mereka yang justru membuat nama mereka besar.

Ia menambahkan, selain pola pikir, ada beberapa hal yang dihindari para orang sukses agar bisa terus mencapai tujuan mereka dalam menghadapi suatu masalah yaitu Tiga Anti-P (personal, pervasive, dan permanent).

"Pertama, anti-personal. Mereka tidak melihat masalah secara pribadi. Misalnya, saya mendapat nilai jelek bukan karena guru tak suka pada saya, namun karena kurang belajar. Jadi, saya harus rajin belajar," ujarnya memberi contoh.

Kedua, pervasive atau dalam arti harfiah meresap. Maksud anti pervasive di sini adalah jangan sampai suatu masalah memengaruhi segala aspek kehidupan dan mengganggu hidup secara keseluruhan. 

(Baca juga: Ingin Sukses? Hentikan Kebiasaan Ini)

Tugas yang menumpuk di kantor seharusnya tidak dijadikan momok berkelanjutan saat berasa di rumah karena hal tersebut hanya akan membuat pikiran semakin tak jernih.

Ketiga, anti permanent yang artinya jelas bahwa masalah yang dihadapi dan kelak telah diselesaikan sebaiknya tidak dipikirkan terus-menerus sehingga mengganggu seseorang untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

"Badai pasti berlalu. Saat kita berhasil menyelesaikan masalah, akan timbul perasaan lega. Jangan dipikirkan terus," tandasnya.

Terakhir, orang sukses selalu menambah informasi. Sehingga, kegagalan atau trauma yang pernah dialami, dimana sulit untuk dihilangkan, setidaknya akan terus memudar karena informasi yang masuk ke dalam otak terus bertambah dan disimpan dengan dengan baik. Dengan semikian trauma akan semakin memudar, meski tak hilang total. 







(TIN)