5 Alasan Munculnya Benjolan di Payudara Selain Pertanda Kanker

Torie Natalova    •    Sabtu, 19 Nov 2016 16:03 WIB
kankerpayudara
5 Alasan Munculnya Benjolan di Payudara Selain Pertanda Kanker
5 Alasan Munculnya Benjolan di Payudara Selain Pertanda Kanker (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah Anda merasakan benjolan di payudara? Jangan panik dulu. Ada sejumlah alasan mengapa benjolan muncul di payudara selain kanker.

"Mengenal jaringan payudara Anda dan akrab dengan apa yang normal bisa membantu Anda mengetahui ketika sesuatu tidak normal," kata Sherry Ross, Obgyn dan ahli kesehatan perempuan di Providence Saint John's Health Center Santa Monica.

Berikut ini adalah lima penyebab umum munculnya benjolan di payudara dan termasuk normal.

1. Anda memiliki payudara yang padat
Payudara terdiri dari kombinasi jaringan lemak dan jaringan ikat. Wanita dengan payudara padat memiliki banyak jaringan ikat dan sedikit jaringan lemak. Beberapa wanita yang memiliki payudara padat dapat merasakan bagian dadanya lebih kenyal.

Menurut University of Rochester Medical Center, dua pertiga dari premenopause dan post-menopause wanita memiliki jaringan payudara yang padat. Sehingga, sulit untuk membedakan benjolan biasa dan kanker dengan mammogram tradisional. Yang terpenting adalah untuk mengetahui apakah benjolan baru atau lama dan apakah itu berubah.

2. Anda memiliki tumor
Salah satu penyebab benjolan payudara paling umum adalah fibroadenoma. Menurut American Cancer Society, fibroadenoma atau tumor jinak terdiri dari kedua jaringan kelenjar payudara dan ikat yang paling umum ada pada wanita berusia 20-30 tahunan.

Fibroadenoma memiliki ukuran dan jenis yang bervariasi, seringkali tumor jinak ini digambarkan sebagai perasaan kuat, halus, atau seperti karet dan dideifinikan memiliki bentuk yang seperti marmer. Meski tidak berbahaya, jika tumor jinak ini terus tumbuh besar, ini mungkin bisa mempengaruhi penampilan dan bentuk payudara.

3. Anda memiliki kista
Perubahan dalam jaringan payudara bisa disebabkan oleh fibrosis atau kista yang umumnya memiliki sifat jinak. Fibrosis merupakan nama untuk jaringan fibrosa yang padat, yang sama dengan jaringan ligamen dan jaringan parut.

Area yang terdapat fibrosis mungkin terasa lebih kenyal, kencang atau sulit untuk disentuh. Sementara itu, kista biasanya berbentuk bulat, bisa bergerak-gerak dan benjolan cairan ini biasanya paling umum terjadi pada wanita dengan usia 40 tahun.

Kista ini biasanya akan membesar dan lebih lembut mendekati siklus haid Anda. Namun, kista di payudara tidak disebabkan oleh haid. Untungnya, kista ini tergolong jinak dan bisa dikurangi dengan membatasi asupan kafeon dan nikotin yang biasanya menjadi pemicu kista pada payudara.

4. Memiliki gumpalan darah
Meskipun jarang, benjolan di payudara dapat disebabkan oleh pembekuan darah di pembuluh darah tepat di bawah kulit atau tromboflebitis superfisial. Kondisi yang tergolong langka ini dapat mempengaruhi salah satu pembuluh darah di payudara dan ini yang paling sering mempengaruhi benjolan di sisi luar atau bawah puting payudara. Anda mungkin akan merasakan adanya goresan menonjol yang terkadang sakit saat diraba atau ditekan.

Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh trauma pada daerah payudara, olahraga yang terlalu kuat atau memakai bra yang terlalu ketat. Kabar baiknya, ini akan menghilang dengan sendirinya.

5. Anda sedang haid
Perubahan hormon saat haid dapat memperburuk dari semua masalah di jaringan payudara. Haid juga dapat menyebabkan payudara Anda membengkak dan sering terasa berbeda. Menurut National Cancer Institute, gumpalan dan benjolan yang terasa selama siklus haid adalah normal. Ini karena adanya cairan berlebih di bagian dada Anda karena hormon.

Pada dasarnya, ketahui bentuk payudara Anda. Pelajari juga cara mengecek kesehatan payudara sendiri dengan rutin memeriksanya setiap bulan setelah haid. Jika ada sesuatu hal yang berubah dan tidak seperti biasanya, kunjungi dokter.

Meskipun banyak kasus benjolan payudara yang jinak, lebih dari 300 ribu kasus baru kanker payudara didiagnosa pada tahun ini. Kanker payudara yang diketahui sangat dini dapat diobati dengan maksimal.




 


(ELG)