Konsumsi Alkohol Buruk untuk Kesehatan Jantung Kelompok Usia Muda-Dewasa

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 29 Jun 2018 12:58 WIB
kesehatan
Konsumsi Alkohol Buruk untuk Kesehatan Jantung Kelompok Usia Muda-Dewasa
Orang muda dewasa yang minum berlebihan cenderung memiliki faktor risiko jantung seperti tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah yang lebih tinggi. (Foto: Pawel Kadysz/Unsplash.com)

Jakarta: Konsumsi alkohol tidak baik untuk kesehatan tubuh. Terlebih kebiasaan tersebut dibiasakan sejak muda.

Setelah sebelumnya membahas konsumsi alkohol berlebihan buruk untuk kesehatan tulang anak muda, berdasarkan penelitian baru juga disebutkan bahwa mengonsumsi minuman yang memabukkan tersebut tidak baik untuk jantung kelompok muda dewasa.

Orang muda dewasa yang minum berlebihan cenderung memiliki faktor risiko jantung seperti tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah yang lebih tinggi.

"Mereka terlibat dalam perilaku yang dapat menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekedar mabuk," kata pemimpin peneliti Mariann Piano. Piano adalah seorang profesor di Vanderbilt University School of Nursing di Nashville, saat dikutip dari WebMD.

Piano menyebutkan, mengonsumsi berlebihan didefinisikan sebagai lima minuman atau lebih secara berturut-turut untuk laki-laki dan empat atau lebih minuman untuk wanita pada saat tertentu. 

"Orang dapat disebut peminum ketika ini terjadi lebih dari 12 kali setahun," ungkap dia.


(Efek negatif dari pesta minuman keras bertahan bahkan setelah para peneliti mengikuti diet dan aktivitas fisik. Foto: Adam Jaime/Unsplash.com)

(Baca juga: Beda Jenis Alkohol, Beda Pula Efek Sampingnya)

Dalam studi tersebut, peneliti menganalisa data 4.700 orang dewasa berusia 18 hingga 45 tahun dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional di Amerika. Para peneliti menemukan 1 dari 4 pria dan 1 dari 10 wanita melaporkan sering pesta minuman keras.

Meski studi ini tidak dapat menunjukan sebab-akibat, namun ditemukan bahwa pria muda yang sering minum alkohol memiliki tekanan darah sistolik yang lebih tinggi. Peminum juga memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi.

"Sedangkan wanita muda yang minum berlebihan cenderung memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi, meningkatkan risiko diabetes mereka," kata Piano.

Tak hanya mengonsumsi alkohol berlebihan, Piano juga mencatat bahwa junk food addicted juga memiliki efek yang sama. Efek negatif dari pesta minuman keras bertahan bahkan setelah para peneliti mengikuti diet dan aktivitas fisik.

"Mengontrol untuk variabel-variabel itu, kami masih menemukan bahwa pria memiliki tekanan darah sistolik yang lebih tinggi, misalnya," kata Piano.

Oleh karenanya, Piano pun menyarankan agar orang dewasa muda harus memertimbangkan kembali mengonsumsi minum keras untuk melindungi kesehatan jantung mereka.

"Sangat penting bahwa orang dewasa muda memahami bahwa apa yang mereka lakukan di masa muda mereka dapat memengaruhi kesehatan mereka di kemudian hari," ujar Piano. Studi baru diterbitkan online 27 Juni diJournal of American Heart Association.





(TIN)