Selain Biaya, 4 Hal Ini Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menikah

Raka Lestari    •    Selasa, 03 Jul 2018 07:00 WIB
tips pernikahan
Selain Biaya, 4 Hal Ini Harus Anda Pertimbangkan Sebelum Menikah
(Foto: Irish Times)

Jakarta: Sebelum menikah, pernahkah Anda bertanya apakah Anda sudah siap menjalin komitmen seumur hidup dengan orang yang sama?

"Dalam pernikahan, yang terpenting bukan hanya siapa pasangan Anda, tetapi juga siapkah diri Anda?" ujar Daphne de Marneffe, psikolog klinis dan penulis buku The Rough Patch: Marriage and the Art of Living Together.

Rosenthal mengatakan bahwa pasangan paling bahagia dan paling sukses yang dia temui memiliki satu kesamaan: harapan yang masuk akal.

Jadi untuk mengetahui apakah Anda memasuki hubungan yang realistis dan sehat, berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang harus Anda tanyakan kepada diri sendiri sebelum menikah, dikutip dari Time.

1. Keseimbangan hubungan

Memikirkan kestabilan finansial penting, begitu juga dengan keseimbangan hubungan secara emosional.

Anda dan pasangan terjebak dalam hubungan yang tidak sehat ketika salah satu dari Anda memberi lebih banyak, mengalah, dan terlalu fokus memenuhi kebutuhan pasangan tapi tidak sebaliknya.

2. Apakah yang orang tua harapkan?

Meskipun setiap pasangan memiliki keunikannya masing-masing, perlu sekali mengetahui apa yang diharapkan oleh orang tua masing-masing. Misalnya saja bagi keluarga Anda memiliki anak sangatlah penting, namun bagi keluarga pasangan hal itu bukanlah merupakan hal yang penting. Perbedaan tersebut perlu dibicarakan agar tidak menjadi masalah nantinya.

3. Apakah tujuan hidup sudah sejalan?

Rob Scuka, direktur eksekutif National Institute of Relationship Enhancement mengatakan bahwa penting untuk menyelaraskan tujuan hidup masing-masing.

4. Persiapan pernikahan

Rosenthal bertemu banyak pasangan yang sangat siap untuk hari pernikahan mereka, tetapi hanya sedikit yang aktif memikirkan bagaimana membangun pernikahan yang sukses.

"Banyak orang berpendapat cinta dan hubungan bersifat intuitif, tetapi itu omong kosong," katanya.

Dibutuhkan rencana dan juga logika untuk membangun sebuah hubungan yang sukses.




(DEV)