Kebiasaan Makan Tak Sehat Picu Pubertas Dini

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 10 Jul 2018 11:57 WIB
tips kesehatan
Kebiasaan Makan Tak Sehat Picu Pubertas Dini
(Foto: The Health Site)

Jakarta: Pubertas merupakan kondisi dimana anak perempuan atau anak laki-laki mengalami kematangan secara seksual. Umumnya, anak perempuan mulai pubertas pada usia 12-13 tahun, sementara anak laki-laki pada 14 tahun.

Namun, saat ini banyak terjadi pubertas dini, terutama pada anak perempuan, dimana mereka mengalami pubertas pada usia di bawah 10 tahun, yang tak jarang memicu tekanan psikologis. 

Dr Shafalika S B, konsultan kandungan dari Rumah Sakit Columbia Asia, Hebbal, menyebutkan bahwa gaya hidup tak sehat adalah pemicu utamanya. 

"Kemungkinan karena kebiasaan makan tak sehat dan kurang gerak. Artinya, ketika seseorang sudah mengalami menstruasi, sebaiknya mereka mengindari makanan proses, minuman karbonasi, biji-bijian olahan, makanan berkarbohidrat tinggi, daging berlemak, dan produk susu berlebih."

Selain itu, obesitas juga menjadi pemicu anak perempuan mengalami pubertas dini. Stres dan tekanan dari lingkungan juga menjadi alasan terjadinya perkembangan tubuh yang lebih cepat. 

Menurur Dr Shafalika, terdapat tiga gaya hidup yang bertanggung jawab pada pubertas dini: obesitas saat kecil, meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan faktor lingkungan (termasuk konsumsi makanan tinggi kimia atau menghirup oksigen berpolusi), serta kurang aktivitas fisik. 

Meskipun alamiah, pubertas dini dapat memicu sejumlah masalah. Beberapa diantaranya adalah kesulitan dalam mengelola siklus menstruasi pada usia dini, masalah remaja awal seperti perubahan suasana hati yang berulang, perubahan fisik mendadak dan menopause dini.

Pubertas dini juga menyebabkan perubahan biologis dan fisik dalam tubuh seseorang, seperti pertumbuhan rambut, yang merupakan siklus awal adalah tanda menjadi dewasa secara seksual.




(DEV)