Pasangan Obesitas Picu Masalah Kesehatan pada Anak

Torie Natalova    •    Senin, 07 May 2018 08:00 WIB
kesehatanobesitas
Pasangan Obesitas Picu Masalah Kesehatan pada Anak
Obesitas dikaitkan dengan kesulitan untuk hamil, mempersulit kehamilan karena rentan memicu tekanan darah tinggi yang disebut pre eklamsia. (Foto: William Stitt/Unsplash.com)

Jakarta: Pasangan suami istri yang mengalami obesitas, serta merokok dapat membahayakan kesehatan anak-anak di masa depan mereka, menurut para ahli. Wanita hamil perlu mengetahui pentingnya kesadaran terhadap dampak gaya hidup moderen pada janin.

Makalah ilmiah dalam jurnal medis terkemuka menjelaskan konsekuensi dari pola makan dan gaya hidup yang buruk untuk anak-anak. Apa yang terjadi pada periode pra konsepsi dapat memiliki dampak besar pada pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan jangka panjang anak-anak. 

Beberapa acuan yang ada untuk membantu wanita hamil menjadi lebih sehat dapat terlambat. Asam folat membantu mencegah cacat saraf, tetapi sebagian besar wanita tidak mengonsumsinya hingga mereka akhirnya hamil setelah satu atau dua bulan. Padahal, saat terpenting mengonsumsi asam folat adalah pada hari-hari dan minggu-minggu awal kehamilan.

(Baca juga: Pola Makan Salah Sebabkan Obesitas Anak)

Penulis utama studi mengatakan, bertindak lebih awal sebelum kehamilan adalah hal yang terbaik menjaga kesehatan anak-anak di masa depan. Ini dapat dilakukan bahkan sebelum Anda hamil atau menemui dokter kandungan.


(Di banyak negara berpenghasilan rendah, menengah dan tinggi, 50 persen wanita mengalami obesitas ketika mereka hamil. Foto: Vince Fleming/Unsplash.com)

Selain obesitas, wanita dengan kekurangan gizi di negara berkembang melahirkan bayi stunting atau pertumbuhannya terhambat dengan perkembangan kognitif yang buruk. Tapi, obesitas tetap merupakan masalah utama kini.

Di banyak negara berpenghasilan rendah, menengah dan tinggi, 50 persen wanita mengalami obesitas ketika mereka hamil.

Obesitas dikaitkan dengan kesulitan untuk hamil, mempersulit kehamilan karena rentan memicu tekanan darah tinggi yang disebut pre eklamsia. Kondisi in dapat meningkatkan kemungkinan cacar lahir, kematian, berat badan bayi rendah, gagal menyusui langsung dan bahkan kematian ibu.

Tidak hanya pada wanita, obesitas pada ayah telah dikaitkan dengan gangguan kesuburan dan peningkatan risiko penyakit kronis pada anak.




(TIN)