Tanpa Disadari, Lima Kebiasaan Ini Dapat Mengganggu Kualitas Tidur

Raka Lestari    •    Senin, 07 May 2018 12:23 WIB
kesehatan
Tanpa Disadari, Lima Kebiasaan Ini Dapat Mengganggu Kualitas Tidur
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Tidur merupakan istirahat terbaik untuk memulihkan kondisi tubuh. Namun, beberapa kebiasaan sepele tanpa disadari dapat mengganggu kualitas tidur Anda. 

Dilansir dari Reader Digest, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan sebelum tidur.

1. Mengonsumsi makanan berat

Proses pencernaan (peristalsis) berada pada titik terendah saat tidur, kata Robert S. Rosenberg, MD, ahli tidur bersertifikat dan penulis The Doctor's Guide to Sleep Solutions for Stress & Anxiety. Jika Anda lapar sebelum tidur, Anda bisa mengonsumsi makanan dengan jumlah kecil untuk membantu meredakan rasa lapar.

2. Merokok

Secara khusus, rokok mengandung nikotin yang secara signifikan memengaruhi kemampuan Anda untuk tidur. 

"Nikotin menstimulasi produksi neurotransmitter yang membangkitkan kesadaran, asetilkolin," kata Dr Rosenberg.

3. Menonton film horor atau thriller

Film yang menyeramkan atau menakutkan dapat menyebabkan hormon stres, yaitu kortisol meningkat. 

"Sebaliknya, pilihlah film yang lebih tenang, bahkan mungkin membosankan, seperti film dokumenter, aktivitas santai seperti membaca, dan berlatih meditasi," ujar Mark Buchfuhrer, MD, direktur medis dari Comprehensive Sleep Center di Good Samaritan Hospital, Los Angeles.

4. Menggunakan alat-alat elektronik

"Cahaya biru saat mengenai retina Anda akan mematikan produksi normal hormon tidur Anda, yaitu melatonin, tidak hanya mengganggu kemampuan Anda untuk tertidur, tetapi juga membuat Anda mengantuk pada pagi hari," kata Dr Rosenberg. Setelah Anda di tempat tidur, para ahli tidur menyarankan untuk tidak menonton TV, melainkan membaca, rileks, bermeditasi, atau berdoa.

5. Berolahraga

Berolahraga pada larut malam dapat mencegah Anda tidur lelap. "Waktu terbaik untuk berolahraga adalah tiga hingga empat jam sebelum tidur," kata Robert Oexman, MD, chiropractor, dan direktur The Sleep to Live Institute. 

"Peningkatan suhu tubuh inti diikuti oleh penurunan suhu inti tubuh membuat tubuh secara alami untuk mempertahankan kesadaran sehingga akan sulit untuk tertidur."






(DEV)