Tidak Aktif Bergerak Selama Dua Minggu Tingkatkan Potensi Diabetes

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 02 Aug 2018 09:00 WIB
diabetes
Tidak Aktif Bergerak Selama Dua Minggu Tingkatkan Potensi Diabetes
Kadar gula darah meningkat bagi orang yang berjalan kurang 1000 langkah per hari selama dua minggu mulai mengembangkan resistensi insulin, penyebab diabetes Tipe 2. (Foto: Haley Powers/Unsplash.com)

Jakarta: Meski tidak disadari tubuh dituntut untuk aktif bergerak sebab akan berdampak buruk terhadap kesehatan. Salah satunya diungkapkan oleh penelitian baru menyebutkan bahwa tidak aktif selama dua minggu dapat memicu diabetes pada orang-orang yang kelebihan berat badan.

Seperti diketahui kadar gula darah meningkat bagi orang yang berjalan kurang 1000 langkah per hari selama dua minggu mulai mengembangkan resistensi insulin, penyebab diabetes Tipe 2. 

Para ilmuwan di McMaster University di Ontario, Kanada, memelajari efek dari aktivitas fisik yang terbatas pada orang tua yang kelebihan berat badan. 

Para peserta diberitahu untuk tidak berjalan lebih dari 1000 langkah setiap hari. Selain kegiatan, peneliti memantau darah dan gula darah peserta dengan menguji secara rutin selama dua minggu.

(Baca juga: 5 Tanda Diabetes yang Jarang Diketahui)


(Para ilmuwan di McMaster University di Ontario, Kanada, memelajari efek dari aktivitas fisik yang terbatas pada orang tua yang kelebihan berat badan. Foto: Elizabeth Lies/Unsplash.com)

"Orang-orang perlu bekerja secara aktif untuk memulihkan kemampuan mereka untuk menangani gula darah."

Diabetes adalah kondisi umum yang memengaruhi lebih dari 4 juta orang Inggris dan 30 juta orang Amerika - sekitar 90 persen dari mereka memiliki Tipe 2 - dan disebabkan oleh kadar gula yang berlebihan dalam darah.

Ini meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan kanker. Selain itu juga dapat menyebabkan kebutaan atau kebutuhan amputasi karena luka dan infeksi pada kaki.

Oleh karenanya peneliti khawatir orang dewasa yang harus beristirahat karena sakit berisiko menjadi lebih tidak sehat dalam jangka panjang.

Para ilmuwan juga menemukan menjadi aktif kembali tidak langsung memulihkan kesehatan yang baik. Bahkan, risiko diabetes juga tidak mengalami penurunan. "Untuk itu diperlukan aktivitas serta strategi rehabilitasi yang baik dalam menanganinya," simpul para peneliti.





(TIN)