Pencahayaan yang Tepat Bantu Menenangkan Pasien Alzheimer

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 26 Jul 2018 09:00 WIB
penelitianalzheimer
Pencahayaan yang Tepat Bantu Menenangkan Pasien Alzheimer
Pengarah Pusat Penelitian Pencahayaan di Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, N.Y menyebut pencahayaan bisa menjadi solusi sederhana dari penderita Alzheimer. (Foto: Steven Ramon/Unsplash.com)

Jakarta: Penelitian baru menunjukkan pencahayaan menyerupai malam hari yang alami dapat mengatasi masalah tidur dan suasana hati bagi pasien Alzheimer. Intervensi pencahayaan juga mengatasi depresi dan agitasi.

"Salah satu alasan utama pasien penyakit Alzheimer dimasukkan sebuah tempat adalah kurangnya tidur dan masalah perilaku," kata penulis studi, Mariana Figueiro saat dikutip dari WebMD.

Pengarah Pusat Penelitian Pencahayaan di Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, N.Y menyebut pencahayaan bisa menjadi solusi sederhana. Sebab tidak ada obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration AS khusus untuk mengobati gejala ini pada pasien Alzheimer

Figueiro dan timnya menguji intervensi pencahayaan pada 43 penghuni panti jompo di tiga negara bagian selama empat minggu, dan 37 penghuni panti jompo selama enam bulan. Pencahayaan disesuaikan dengan berapa lama waktu yang dihabiskan di siang hari.

(Baca juga: Terapi Musik Bantu Cegah Alzheimer)

Hasilnya, gangguan tidur dan skor depresi pada pasien yang terkena intervensi cahaya yang disesuaikan menurun secara signifikan setelah menjalani terapi selama empat minggu. Pada akhir enam bulan, skor gangguan tidur diturunkan sekitar setengahnya. 


(Pengarah Pusat Penelitian Pencahayaan di Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, N.Y menyebut pencahayaan bisa menjadi solusi sederhana dari penderita Alzheimer. Foto: Robert Haverly/Unsplash.com)

Figueiro pun menyarankan agar rumah jompo memasang skylight dan fitur arsitektur lainnya yuntuk membantu mengatasi masalah tidur para penderita Alzheimer. 

"Mudah-mudahan kita akan menarik orang untuk memikirkan masalah ini secara berbeda," kata Figueiro.

Hasil penelitian tersebut didukung oleh Joseph Masdeu, direktur Pusat Alzheimer Nasional Methodis Houston. Menurutnya, intensitas cahaya membuat para penderita Alzheimer menjadi kebingungan.

"Jika Anda memperbaiki masalah ini, Anda mungkin berkontribusi terhadap kesejahteraan mereka," kata Masdeu.

Masdeu menyebutkan, metode ini menjadi solusi yang tepat dan mudah dilakukan. Sebab, peralatan terapi cahaya mudah didapatkan pada saat ini.

"Salah satu hambatan adalah teknologi. LED kini lebih mudah salah satu hambatannya adalah biaya, tetapi itu akan turun, jadi saya berharap dalam beberapa tahun mendatang kita akan melihat ini lebih banyak," ujar dia.




(TIN)