Benarkah Telat Makan Malam Picu Beberapa Kanker?

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 19 Jul 2018 14:18 WIB
kesehatankanker
Benarkah Telat Makan Malam Picu Beberapa Kanker?
Kebiasaan telat makan khususnya pada malam hari sebaiknya diubah. Sebab seperti dilansir dari WebMD, kebiasaan buruk tersebut berhubungan dengan kanker. (Foto: Vlad Deep/Unsplash.com)

Jakarta: Kebiasaan telat makan khususnya pada malam hari sebaiknya diubah. Sebab seperti dilansir dari WebMD, kebiasaan buruk tersebut berhubungan dengan kanker.

Menurut sebuah penelitian di Spanyol, orang-orang yang makan malam sebelum jam 9 malam atau menunggu setidaknya dua jam setelah makan malam sebelum tidur memiliki risiko kanker 20 persen lebih rendah. Risiko meningkat saat makan di atas jam 10 malam atau langsung tidur sesudah makan.

"Studi kami menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap pola makan pada siang hari dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih rendah," kata penulis utama Manolis Kogevinas, seorang peneliti di Institut Kesehatan Global Barcelona (ISGlobal) saat dikutip dari laman yang sama.

(Baca juga: Bagaimana Gejala Kanker Prostat?)


(Menurut sebuah penelitian di Spanyol, orang-orang yang makan malam sebelum jam 9 malam atau menunggu setidaknya dua jam setelah makan malam sebelum tidur memiliki risiko kanker 20 persen lebih rendah. Risiko meningkat saat makan di atas jam 10 malam atau langsung tidur sesudah makan. Foto: Patryk Sobczak/Unsplash.com)

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer 17 Juli lalu, tim menganalisis data dari 621 pasien kanker prostat dan 1.205 pasien kanker payudara. Peneliti juga melihat data kesehatan 872 pria dan 1.321 wanita yang tidak mengidap dua jenis kanker tersebut.

Menurutnya, hasil studi tersebut bisa menjadi rekomendasi pencegahan kanker karena waktu makan tidak diperhitungkan sebagai salah satu upaya mencegah kanker.

Lebih jauh, Kogevinas menyebutkan bahwa penelitian lebih mendalam perlu dilakukan. Sebab, hasil risetnya hanya menemukan hubungan. 

Sementara itu, rekan penulis Dora Romaguera mengatakan, salah satu alasan kenapa dua hal tersebut berhubungan karena tidur mempengaruhi proses metabolisme tubuh. "Semuanya tampaknya menunjukkan bahwa waktu tidur memengaruhi kapasitas kita untuk memetabolisme makanan." 





(TIN)