Pertolongan Pertama bagi Penderita Epilepsi

Dhaifurrakhman Abas    •    Jumat, 30 Nov 2018 15:54 WIB
epilepsi
Pertolongan Pertama bagi Penderita Epilepsi
Epilepsi merupakan penyakit yang menyerang syaraf otak. Hal tersebut terjadi karena aktivitas listrik abnormal sel-sel saraf neuron. (Foto: Hush Naidoo/Unsplash.com)

Jakarta: Epilepsi merupakan penyakit yang menyerang syaraf otak. Hal tersebut terjadi karena aktivitas listrik abnormal sel-sel saraf neuron.

Epilepsi bisa mengakibatkan penderitanya kejang-kejang. Bahkan bisa menyebabkan kerusakan sel-sel otak hingga tak sadarkan diri.

Penyakit ini pun sering dianggap sebagai salah satu yang menyeramkan. Apalagi penyakit tersebut sering kambuh dalam situasi yang tak terduga.

"Kejang-kejang hingga mengeluarkan buih," kata Dokter spesialis saraf dr. Irawati Hawari, kepada Medcom.id, di Hotel Bidakara, Jumat 30 November 2018.

Ira mengatakan penderita epilepsi yang kambuh mesti ditolong segera. Tapi untuk membantunya dibutuhkan langkah-langkah yang perlu diketahui agar tak membahayakan penderita.

(Baca juga: Kenali 3 Jenis Serangan Epilepsi)


(Dokter spesialis saraf dr. Irawati Hawari mengatakan epilepsi bisa mengakibatkan penderitanya kejang-kejang. Bahkan bisa menyebabkan kerusakan sel-sel otak hingga tak sadarkan diri. Foto: Dok. Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas)

"Pertama, Anda sebagai penolong harus tenang. Kemudian miringkan posisi badan penderita ke arah kanan atau kiri dan cegah kepala terkena benda berbahaya," imbuhnya.

Ia juga mengatakan penolong tidak boleh memasukan benda apapun ke dalam mulut penderita. Biarkan kejang tersebut terjadi dan jangan diberikan minuman atau makanan.

"Jangan lupa dihitung berapa lama kejangnya berlangsung. Biasanya kejang ini hanya berlangsung 1-2 menit saja. Tetapi kalau lebih dari 3 menit, segera berikan obat," katanya.

Dr. Ira juga menekankan agar penolong tidak menahan kejang yang tengah berlangsung. Sebab hal itu justru bisa membahayakan penderita.

"Ada beberapa kasus, ketika kejang itu ditahan, berpotensi membuat dislokasi di bagian-bagian tubuh penderita," tandasnya.


(TIN)