Beberapa Aktivitas Saat Bed Rest di Rumah

Yatin Suleha    •    Rabu, 28 Nov 2018 07:00 WIB
kehamilan
Beberapa Aktivitas Saat Bed Rest di Rumah
Apakah ada posisi tertentu yang harus dilakukan saat bumil bed rest? Simak informasi selanjutnya. (Foto: Freestocks.org/Unsplash.com)

Jakarta: Walau terdengar tak menyenangkan bed rest yang disarankan oleh dokter pada bumil ternyata harus dilakukan.

Lalu apakah ada posisi tertentu yang harus dilakukan? Dalam kasus bed rest, posisi tidur ternyata tidak ada kaitan khusus. 

“Karena inti dari bed rest adalah mengurangi atau meminimalisir aktivitas dan memperbanyak istirahat,” catat dr. Purnawan Senoaji, MD, SpOG. Pada kasus perdarahan banyak, sudah pasti harus dirawat di rumah sakit. 

Berikut ini beberapa kasus bed rest di rumah, antara lain:

- Kondisi awal pasca pulang perawatan bed rest total di rumah sakit.
- Flek atau bercak pada kehamilan awal yang sudah mendapat obat jalan dari dokter.
- Riwayat sering kontraksi pada kehamilan prematur.
- Riwayat pernah perdarahan pada kasus plasenta previa.

(Baca juga: Ketahui Kondisi Bumil yang harus Bed Rest)

Dan beberapa aktivitas di tempat tidur yang boleh dilakukan antara lain membaca buku, mengetik, mengatur jadwal makanan dan aktivitas dan lain-lain. 

“Jadi kalau dokter sudah membolehkan pulang, maka artinya di rumah pasti sudah boleh beraktivitas ringan dan bed rest biasa,” ujar dr. Purnawan.


(Dengan memperbanyak istrahat dan mengurangi aktivitas, maka tubuh dan metabolismenya akan lebih mudah melakukan penyembuhan (recovery) pada bumil yang memang harus bed rest. Foto: Kelly Sikkema/Unsplash.com)

Batasi aktivitas di Rumah
Ibu hamil juga harus berhati-hati dengan tekanan darah tinggi, morning sickness yang berat, dan kehamilan ganda (hamil dengan anak kembar). 

Dr. Purnawan menuturkan, riwayat tekanan darah tinggi jika terkontrol tensinya maka bisa tanpa perawatan di rumah sakit, namun perlu membatasi aktivitas di rumah dan cukup istirahat. 

Lebih lanjut dr. Purnawan menjelaskan lagi, morning sickness tidak pelu bed rest karena itu adalah bagian dari hal-hal normal dalam kehamilan awal. 

Kehamilan ganda akan meningkatkan risiko kejadian kontraksi (karena regangan rahim), pecah ketuban dan akhirnya persalinan prematur. 

“Jadi ibu hamil kembar perlu membatasi aktivitas fisik supaya bisa memertahankan janinnya sampai usia matang untuk persalinan,” ungkap dr. Purnawan. 

Ia pun menjelaskan lagi dengan memperbanyak istrahat dan mengurangi aktivitas, maka tubuh dan metabolismenya akan lebih mudah melakukan penyembuhan (recovery), selain itu juga akan sangat membantu relaksasi dari pikiran dan emosi, serta manfaatkan waktu-waktu istirahat untuk menenangkan diri. 

“Stres memang bisa jadi pengaruh terhadap kondisi ibu secara umum, meski memang tidak ada pengaruh langsung ke janin,” tutup dr. Purnawan.





(TIN)