Mitos-mitos Mengenai Endometriosis

Raka Lestari    •    Rabu, 20 Jun 2018 13:48 WIB
kehamilanendometriosis
Mitos-mitos Mengenai Endometriosis
Berikut ini adalah mitos-mitos mengenai endometriosis yang beredar di masyarakat. (Foto: Icons8 team/Unsplash.com)

Jakarta: Endometriosis adalah gangguan yang sering menyebabkan rasa sakit di jaringan yang melapisi rahim Anda, atau endometrium yang tumbuh di luar rahim Anda. 

Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang endometriosis menurut Dr Sheryl Ross, seorang spesialis Obgyn, bahwa itu adalah penyakit yang hanya ada pada wanita yang lebih tua, padahal sebenarnya itu bisa terjadi pada remaja dan orang-orang di usia 20-an. Dan masih banyak lagi mitos-mitos yang tidak benar mengenai endometriosis. 

Dikutip dari Romper, berikut ini adalah mitos-mitos mengenai endometriosis yang beredar di masyarakat.

1. Operasi bisa menyembuhkannya
Mark P. Trolice, MD, FACOG, FACS, FACE Associate Professor of Obstetrics and Gynecology di UCF College of Medicine, mengatakan kepada Romper bahwa mitos lain tentang endometriosis adalah bahwa operasi adalah obatnya.

Padahal tidak selalu, "Meskipun sekitar 75 persen wanita mengalami penurunan rasa sakit setelah melakukan operasi, sekitar 20 persen wanita mengalami operasi ulang dalam dua tahun kemudian." Dan, dia menambahkan, kekambuhan gejala terjadi sekitar 40 persen selama 10 tahun.

(Baca juga: Belum Punya Keturunan, Mungkinkah Karena Endometriosis?)


(Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang endometriosis menurut Dr Sheryl Ross, seorang spesialis Obgyn, bahwa itu adalah penyakit yang hanya ada pada wanita yang lebih tua, padahal sebenarnya itu bisa terjadi pada remaja dan orang-orang di usia 20-an. Foto: Kleiton Silva/Unsplash.com)

2. Nyeri adalah satu-satunya gejala
Selain rasa sakit saat menstruasi, gejala endometriosis yang lain adalah pendarahan berat, nyeri selama ovulasi, nyeri selama dan setelah berhubungan seks, nyeri panggul kronis, nyeri saat buang air kecil atau buang air besar selama menstruasi, dan kesulitan untuk bisa hamil. 

3. Semakin parah endometriosis, semakin parah nyeri yang dirasakan
Trolice mengatakan bahwa tingkat nyeri pada panggul sering kali tidak berhubungan dengan tingkat keparahan endometriosis yang Anda alami. Dengan kata lain, ia menjelaskan, "Nyeri panggul yang parah mungkin hanya menunjukkan endometriosis dengan tingkat yang ringan dan sebaliknya."

4. Anda tidak bisa memiliki anak
Dr Pari Ghodsi, seorang ahli terkenal di bidang kesehatan wanita, pengajar bersertifikat, dan anggota aktif dari American College of Obstetrics and Gynecology, mengatakan bahwa meskipun endometriosis sering dihubungkan dengan ketidaksuburan dalam beberapa kasus, bukan berarti jika Anda mengalami endometriosis itu berarti Anda tidak bisa memiliki anak. 

5. Endometriosis hanya dialami oleh wanita
Meskipun endometriosis sering disebut sebagai "penyakit wanita" atau "masalah kesehatan wanita," namun bisa juga berdampak pada pria.

Dengan kata lain, endometriosis tidak hanya terjadi pada wanita. Menurut laporan yang diterbitkan dalam International Journal of Urology disebutkan bahwa pria yang diterapi dengan dosis estrogen yang tinggi bisa mengembangkan endometriosis.





(TIN)