Jamur Dapat Membuat Anda Kenyang Lebih Lama?

Raka Lestari    •    Rabu, 30 May 2018 16:46 WIB
kesehatan
Jamur Dapat Membuat Anda Kenyang Lebih Lama?
Para peneliti mengatakan makan sarapan yang banyak mengandung jamur dapat mencegah rasa lapar dan membuat rasa kenyang yang lebih lama. (Foto: Elli O/Unsplash.com)

Jakarta: Jamur merupakan makanan yang bisa dengan mudah dijumpai sehari-hari. Selain itu, jamur juga memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Salah satunya dapat menahan lapar lebih lama. 

Dikutip dari Express.com, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang lebih memilih jamur dibandingkan daging akan merasa kenyang lebih lama. 

Para peneliti mengatakan makan sarapan yang banyak mengandung jamur dapat mencegah rasa lapar dan membuat rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan dengan sarapan yang banyak mengandung daging seperti bacon atau sosis. 

Para peserta dari penelitian tersebut terdiri dari 17 wanita dan 15 pria yang mengonsumsi dua porsi jamur atau daging selama 10 hari.

(Baca juga: Jamur Mampu Cegah Risiko Demensia dan Alzheimer)


(Para peneliti mengatakan makan sarapan yang banyak mengandung jamur dapat mencegah rasa lapar dan membuat rasa kenyang yang lebih lama. Foto: Sébastien Marchand/Unsplash.com)

Para peserta diberikan irisan jamur dan daging secara acak. Dan hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan pada perasaan kenyang antara jamur dan konsumsi daging. Para peserta melaporkan rasa lapar yang lebih sedikit secara signifikan, rasa kenyang yang lebih lama dan penurunan konsumsi prospektif setelah mengonsumsi sarapan jamur dibandingkan dengan sarapan daging.

Penulis studi Profesor Joanne Slavin, dari University of Minnesota mengatakan "Penelitian sebelumnya pada jamur menunjukkan bahwa mereka merasa lebih kenyang dibandingkan saat mengonsumsi daging." 

"Studi ini menunjukkan mungkin ada manfaat gizi dan rasa kenyang dengan menggantikan jamur daripada daging dalam beberapa makanan atau mengganti beberapa daging dengan jamur."

Studi tersebut juga menghitung jumlah protein yang terdapat pada jamur dan hasilnya menunjukkan bahwa kandungan protein antara jamur dan daging memiliki jumlah yang sebanding. 




(TIN)