Anak yang Rentan Menderita Infeksi Cenderung Punya Nilai Akademik Rendah

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 18 Jul 2018 17:02 WIB
studi kesehatan
Anak yang Rentan Menderita Infeksi Cenderung Punya Nilai Akademik Rendah
(Foto: Greatschool)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa anak yang lebih sering terkena infeksi, hingga harus rawat inap di rumah sakit berkaitan dengan penurunan performa akademik. 

"Temuan kami memperluas pemahaman kami mengenai hubungan antara infeksi berat terutama selama masa kanak-kanak dan remaja dan pencapaian kognitif," kata co-penulis Köhler-Fosberg dari Aarhus University Hospital di Denmark, dilansir dari The Health Site.

Penelitian yang dipublikasi dalam Pediatric Infectious Disease Journal tersebut memasukkan data nasional dari 598.553 anak yang lahir antara 1987 dan 1997 di Denmark.

Para peneliti melihat kasus rawat inap karena infeksi, indikator infeksi sedang dan berat untuk obat anti-infeksi dalam perawatan primer, yang mencerminkan infeksi yang tidak parah.

Langkah-langkah infeksi tersebut dianalisis untuk dihubungkan dengan dua ukuran prestasi sekolah kemudian, yaitu menyelesaikan kelas sembilan dan skor rata-rata pada ujian sekolah tingkat sembilan akhir.

Para peneliti menemukan bahwa setiap kontak rumah sakit untuk infeksi berkaitan dengan penurunan 18 persen dalam kemungkinan menyelesaikan kelas sembilan.

Semakin masuk rumah sakit karena infeksi, semakin rendah peluang untuk mencapai tonggak pendidikan tersebut. Anak-anak dengan lima atau lebih infeksi yang membutuhkan rawat inap memiliki 38 persen pengurangan dalam kemungkinan menyelesaikan kelas sembilan.

Di antara anak-anak yang menyelesaikan kelas sembilan, rawat inap karena infeksi berkaitan dengan pengurangan kecil tetapi signifikan dalam nilai ujian akhir.

Sementara, perawatan perawatan primer dengan obat anti-infeksi tidak terkait dengan kemungkinan menyelesaikan kelas sembilan. Pemberian obat tersebut menunjukkan adanya infeksi umum, yang tidak parah.

Selain kerusakan otak yang disebabkan oleh infeksi serius seperti rubella atau encephalitis, para peneliti menemukan adanya kesadaran dimana perluasan infeksi dapat berdampak pada fungsi otak. 

Lihat video:




(DEV)