Mengenal Obat Penguat Kandungan

Yatin Suleha    •    Rabu, 02 Nov 2016 12:23 WIB
kehamilan
Mengenal Obat Penguat Kandungan
Obat penguat kandungan harus dikonsumsi sesuai dosis dari dokter kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang dan indikasinya. (Foto: S3.amazonaws)

Metrotvnews.com, Jakarta: Jika Anda pernah mengalami flek saat hamil muda atau pernah mengalami keguguran, dokter kandungan Anda biasanya akan meresepkan "obat penguat kandungan".  Bagaimana cara kerja obat ini?

DR. Dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K), dari FKUI-RSCM, Jakarta menerangkan bahwa sebenarnya dalam dunia medis kedokteran kandungan, tidak dikenal obat penguat kandungan.

"Soalnya, kandungan atau rahim sudah didesain oleh Sang Pencipta sebagai organ yang sangat kuat. Saat tidak hamil, ukuran rahim seorang perempuan hanya sebesar telur ayam kampung," ujar DR. Budi. Hal ini tambah DR. Budi sulit diraba karena sangat dilindungi panggul.

DR. Budi memaparkan bahwa ketika hamil rahim membesar 40 kali lipat dan mampu membawa bayi yang beratnya rata-rata 3 kg. Dalam kasus ekstrem malah bisa mencapai 8 kg.

(Baca juga: 10 Cara Jalani Kehamilan Sehat untuk Wanita Obesitas)

Apa Itu Obat Penguat Kandungan?
Sebenarnya apa yang disebut dengan "obat penguat kandungan"? Obat penguat kandungan adalah hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dan merelaksasikan otot rahim.

"Obat ini diharapkan dapat memperkuat rahim, mencegah kontraksi dini atau perdarahan yang berlanjut. "Tidak ada kontra indikasi dalam pemberian obat penguat kandungan kecuali jika ada alergi terhadap progesteron. Efek samping yang mungkin ditemukan seperti mual dan muntah," papar DR. Budi.

Pemberian Obat Penguat Kandungan
DR. Budi menjelaskan bahwa obat penguat kandungan hanya diberikan bila misalnya ada ancaman keguguran atau persalinan prematur. Dan biasanya diberikan pada kasus keguguran berulang diatas 12 minggu. 

"Obat penguat kandungan ini harus dikonsumsi sesuai dosis dari dokter kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang dan indikasinya. Bila kondisi kandungan baik-baik saja, tidak perlu," jelas DR. Budi.

DR. Budi menegaskan bahwa meski bisa diberikan kepada ibu hamil dalam kondisi tersebut di atas, namun tidak semua ibu yang pernah keguguran harus memakai obat penguat kandungan. 

Hal ini karena menurut DR. Budi beragamnya penyebab keguguran, tentu saja membutuhkan penanganan maupun terapi yang berbeda juga. 






(TIN)

Video /