Apakah Susu yang Anda Minum Benar-benar Menyehatkan?

Torie Natalova    •    Minggu, 25 Sep 2016 13:06 WIB
tips kesehatan
Apakah Susu yang Anda Minum Benar-benar Menyehatkan?
(Foto: Men's Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dairy Education Board, sebuah komunitas anti susu mengatakan bahwa susu adalah racun yang mematikan.

Dalam salah satu artikel yang dirilis, mereka mengklaim bahwa susu sapi mengandung hormon yang bisa menyebabkan kanker. Padahal, susu dipercaya sejak dulu memiliki kandungan kesehatan yang tinggi dan baik bagi tubuh.

Namun, seorang ahli gizi yang melakukan penelitian tentang susu menemukan bahwa kebanyakan orang khususnya pria yang minum susu, bisa mendapatkan manfaatnya. Kebanyakan pria yang minum susu bertujuan untuk menurunkan berat badan ataupun membentuk otot.

Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti di University of Tennessee menemukan bahwa, orang yang minum tiga gelas susu kaya kalsium setiap hari bisa menghilangkan lemak perut lebih banyak dibanding mereka yang memilih menjalankan program diet.

Peneliti menemukan suplemen kalsium tidak bekerja baik seperti susu untuk membakar lemak. Senyawa aktif lainnya dalam produk susu memberikan efek pembakaran lemak tambahan.

Sementara itu, minum susu memang bisa membentuk otot. Karena, protein yang terdapat dalam susu mengandung 20 persen whey atau laktoserum dan 80 persen kasein. Keduanya merupakan protein yang berkualitas.

Whey sendiri dikenal sebagai fast protein karena bisa cepat dipecah menjadi asam amino dan diserap ke dalam aliran darah.

Inilah yang membuatnya menjadi bahan terbaik untuk dikonsumsi setelah olahraga.

Kasein sendiri ideal untuk menambah asupan protein yang lebih kecil untuk jangka waktu yang lebih lama seperti antara waktu makan dan waktu tidur.

Lalu, bagaimana dengan penggunaan hormon pada sapi. Apakah susu sapi yang terkontaminasi hormon sapi tetap sehat?

Food and Drugs Administration (FDA) pada 1993 menyetujui penggunaan hormon pertumbuhan pada sapi. Ini membuat peternak bisa menekan biaya produksi namun tetap menghasilkan susu yang baik. Tetapi, ini menimbulkan kontroversi karena hormon sapi bisa meningkatkan konsentrasi susu terhadap insulin-like growth factor (IGF), sebuah hormon yang berhubungan dengan kanker.

Tidak seperti hormon steroid yang dapat langsung diminum, IGF harus disuntik ke tubuh sapi. Sehingga, meminum susu dari sapi yang mendapat suntikan hormon tidak akan menularkan zat kimia secara aktif ke dalam tubuh manusia.

Jika Anda merasa tidak aman minum susu dari sapi yang diberi hormon ataupun obat antibiotik, cobalah minum susu sapi bebas hormon atau susu organik.

Terkait jenis susu, ini tentu tergantung selera. Meski Anda selalu dianjurkan minum susu rendah lemak saat diet, sebagian besar studi ilmiah menunjukkan bahwa minum susu murni benar-benar meningkatkan kadar koleksterol namun tidak sebanyak susu bubuk.

Jika Anda sedang diet, pilih susu yang rendah lemak untuk menyimpan beberapa kalori. Jika ingin membentuk otot, minum susu murni adalah pilihan terbaik.

Minum 2-3 gelas susu sehari, baik itu susu bubuk atau murni, bisa menurunkan kemungkinan terkena penyakit jantung dan stroke.


(DEV)