Penyakit Jantung Bawaan Bisa Dideteksi Sejak dalam Kandungan

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 22 Nov 2017 18:41 WIB
tips kesehatan
Penyakit Jantung Bawaan Bisa Dideteksi Sejak dalam Kandungan
Penyakit jantung bawaan bisa dideteksi sejak dalam kandungan (Foto: Shutterstock)

Jakarta: Dengan kecanggihan teknologi yang semakin berkembang, kini tenaga medis bisa mendeteksi kelainan organ dalam tubuh bayi melalui USG.

"Umumnya ibu hamil (bumil) melakukan beberapa kali pemeriksaan USG, pada saat bayi berusia 5 bulan maka jantung sudah bisa  dideteksi," ujar ahli jantung anak Prof. Dr. Ganesja M. Harimurti, Sp.JP dari Siloam Heart Institute (SHI) dalam temu media, Rabu 22 November 2017.

Jika dokter kandungan mencurigai adanya hal yang tak biasa, mereka akan langsung merujuk untuk ditangani lebih lanjut setelah bayi lahir.

Menurut Prof. Ganesja, penerimaan orang Barat dengan orang Indonesia cukup berbeda dalam mendapat kabar tersebut.

"Kalau di Amerika atau Eropa, mereka lebih memilih mengakhiri kandungan karena tahu akan ada banyak masalah kelak. Sementara kita, orang Indonesia, tidak. Anak sudah dianggap pemberian Tuhan jadi tetap akan dirawat."

Setiap tahun, terdapat sekitar 38 ribu kasus bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan (PJB) dari total 250 juta kelahiran. Umumnya, sepertiga dari mereka meninggal dan sepertiga lainnya memerlukan penanganan langsung ketika lahir, misalnya melalui pembedahan.

"Sepertiga sisanya tumbuh hingga dewasa. Dengan siklus ini swharusnya jumlah bayi dengan PJB akan semakin sedikit," tandas Prof. Ganesja.




(DEV)