Bagaimana Nutrisi pada Makanan Kaleng?

Raka Lestari    •    Rabu, 10 Jan 2018 11:52 WIB
tips & trik
Bagaimana Nutrisi pada Makanan Kaleng?
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Makanan kalengan merupakan pilihan praktis bagi banyak orang yang tak sempat menyiapkan bahan-bahan segar saat ingin memasak. Produk makanan kaleng juga menjadi solusi mereka yang baru belajar memasak. Namun, bagaimana keamanannya?

"Tomat, kacang-kacangan, labu, tuna, dan salmon kalengan sangat sehat. Dan sangat baik sekali dikonsumsi karena memiliki masa penyimpanan yang lama." ujar Karen Ansel, nutrisionis dari New York seperti dilansir dari Women's Health.

Meskipun makanan kalengan memiliki nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan makanan yang segar, proses pengalengan umumnya tidak terlalu memengaruhi protein, karbohidrat, kandungan lemak makanan, atau jumlah mineral dan vitamin yang larut dalam lemak (seperti A, D , E dan K).

"Proses pengalengan memang melibatkan panas tinggi, beberapa vitamin yang larut dalam air (seperti C dan B) dapat rusak, namun seberapa besar kerusakannya berbeda-beda pada setiap makanan, bergantung kecanggihan alat yang digunakan" ujar Ansel.

Ansel tidak memungkiri ada beberapa risiko yang timbul dengan mengonsumsi makanan kalengan, terutama jika bahan-bahan yang digunakan tidak berkualitas.

"Banyak kaleng mengandung BPA, bahan kimia yang dapat memengaruhi hormon tertentu dan berpotensi meningkatkan tekanan darah, risiko kanker, dan menyebabkan masalah perilaku," kata Ansel.

Selain potensi risiko BPA, Ansel mencatat bahwa beberapa makanan kaleng juga mengandung natrium tinggi.

Konsumsi natrium berlebih dapat memberi efek samping kembung dan retensi air, dan dikaitkan pula dengan tekanan darah tinggi. Jadi, sebaiknya Anda membaca label nutrisi yang terkandung pada makanan kalengan yang Anda konsumsi, usahakan pilih yang mengandung sodium rendah atau yang tidak mengandung sodium sama sekali.




(DEV)