Plus Minus dari Persalinan Water Birth

Raka Lestari    •    Minggu, 22 Oct 2017 11:27 WIB
kesehatan
Plus Minus dari Persalinan Water Birth
(Foto: Netdoctor)

Metrotvnews.com, Jakarta: Persalinan water birth menjadi populer dikalangan calon ibu di Indonesia setelah penyanyi Andien menerapkan metode tersebut. Metode ini juga banyak dilirik calon ibu karena diklaim dapat memberi kenyamanan dibanding persalinan normal pada umumnya.

Namun, benarkah hal tersebut?

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pada 2016 menyatakan, masih belum ada data pasti mengenai keamanan dan efektivitas melahirkan dalam air. ACOG malahan merekomendasikan agar sebaiknya melahirkan seperti pada umumnya, bukan di air.

Namun, terlepas dari berbagai kontroversinya, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan melakukan persalinan dengan metode water birth seperti dipaparkan Joseph Wax, M.D., ketua komite ACOG.

1. Membuat persalinan lebih mudah

American Pregnancy Association mencatat bahwa dalam kasus water birth, air hangat yang digunakan dalam persalinan dapat membantu Anda rileks saat kontraksi. Selain itu, daya apung air juga dapat membantu menurunkan tekanan badan sehingga lebih mudah dalam meningkatkan kontraksi pada rahim.

2. Risiko
 
Melahirkan dalam air mungkin terlihat lebih mudah, namun ACOG tidak merekomendasikan water birth. Sebagai contoh, kami menemukan beberapa kasus melahirkan dalam air yang membuat bayi malah tenggelam dalam air. Sejauh ini, peneliti tidak dapat memastikan apakah ibu dan bayi benar-benar  mendapatkan manfaat saat melakukan water birth.

Risiko terlilit tali pusar juga lebih sering terjadi pada water birth dengan tingkat komplikasi yang jauh lebih tinggi. Ditambah juga dari Central of Disease Control Amerika yang mencatat dua kasus penyakit Legionnaires, pneumonia bakteri berbahaya, pada bayi yang dilahirkan melalui persalinan dalam air yang dilakukan di rumah.

3. Keamanan

Ada cara untuk meningkatkan keamanan
Wax merekomendasikan jika Anda berencana melakukan water birth, ada strategi cerdas yang bisa mencegah bayi Anda yang terkena infeksi. Mulailah dengan menanyakan fasilitas persalinan, apakah mereka memiliki protokol keselamatan atau tindakan pengendalian infeksi atau tidak.




(DEV)