7 Obat Anti Nyeri Ini Lebih Aman Dibanding Ibuprofen

Nia Deviyana    •    Kamis, 25 May 2017 07:00 WIB
tips kesehatan
7 Obat Anti Nyeri Ini Lebih Aman Dibanding Ibuprofen
(Foto: Zyropathy)

Metrotvnews.com, Jakarta: Obat anti-inflamasi non steroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen sering digunakan untuk mengobati nyeri. Namun, jangan terlalu sering mengonsumsinya karena bisa memberi dampak serius bagi kesehatan yang berkaitan dengan masalah ginjal, tulang, pendengaran, termasuk - penemuan baru-baru ini - meningkatkan risiko serangan jantung.

"Bagi orang sehat yang kadang-kadang merasa sakit, tidak ada salahnya mengonsumsi Advil atau Aleve untuk menghilangkan rasa tidak nyaman,' ujar Dr Jyotsna Nagda, spesialis nyeri di Rumah Sakit Bet Israel Deaconess Medical Center.

Tetapi, kata dia, penggunaan obat anti-inflamasi jangka panjang bukanlah ide bagus.

Sementara itu, Alban Latremoliere, ahli fisiologi inflamasi di Rumah Sakit Anak Boston menganggap NSAID tidak selalu bekerja dengan baik, dan dapat mendorong seseorang untuk mengonsumsinya dengan dosis tinggi.

Dilansir Time, beberapa obat bisa menjadi pilihan sebelum Anda memilih NSAID. Obat-obatan ini dianggap lebih "ramah" terhadap tubuh.

1. Acetaminophen atau aspirin

Tidak seperti ibuprofen, penggunaan acetaminophen berlebihan tidak dikaitkan dengan masalah jantung. Nagda sering merekomendasikan obat ini pada beberapa pasiennya, terutama lansia yang kurang baik jika mengonsumsi obat anti inflamasi.

Meski demikian, bukan berarti Acetaminophen tak memiliki risiko.

"Kami merekomendasikannya sesuai kebutuhan. Orang harus tetap berhati-hati dengan dosisnya. Dan jika mereka butuh mengonsumsinya secara teratur, mereka harus berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak berdampak pada organ hati."

Begitu juga dengan aspirin. Jika NSAID berpotensi merusak jantung, aspirin justru bisa memberikan proteksi. Namun, aspirin bisa menyebabkan pendarahan perut dan bisul.

2. Asam lemak omega-3

Untuk arthritis dan kondisi terkait, penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Asam lemak omega-3 dapat ditemukan di ikan, suplemen minyak ikan, dan kacang.

Menurut Latremoliere, banyak konsumsi ikan, buah, sayur, dan biji-bijian dapat mengurangi rasa sakit pada tubuh, meski tidak bisa menggantikan fungsi obat secara keseluruhan.

3. Kunyit

Kunyit mengandung sifat anti-inflamasi, sehingga bermanfaat untuk pasien rheumatoid dan bentuk arthritis lainnya. Sayangnya, kunyit memberikan aroma yang cukup kuat sehingga banyak orang tak menyukainya.

4. Akupunktur

Pengobatan tradisional China ini dapat membantu mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan nyeri punggung, sakit leher, arthritis, sakit kepala, dan nyeri fibromyalgia pascaoperasi.

Tidak semua orang yang mencoba akupunktur membaik. Tetapi jika dibandingkan dengan konsumsi NSAID, akupunktur menawarkan sedikit risiko. Kelemahannya, akupunktur cukup mahal. Selain akupunktur, pijat direkomendasikan untuk menghilangkan nyeri punggung kronis.

5. Latihan fisik

Olahraga teratur adalah cara terbaik untuk menangkal nyeri kronis. Tai Chi telah terbukti bermanfaat bagi penderita fibromyalgia, sementara yoga dapat mengatasi nyeri punggung dan radang sendi.

Renang juga menjadi pilihan olahraga terbaik untuk mengatasi nyeri sendi. Seperti diketahui, renang membuat sendi bergerak tanpa menyebabkan cedera.

Selain berolahraga, menempelkan batu hangat atau balsam di area yang sakit membantu meredakan nyeri.

6. Meditasi

Meditasi membantu otak rileks dan mengurangi fokus terhadap rasa sakit.

7. Tidur atau minum kopi

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang kurang tidur lebih peka terhadap rasa sakit. Minum kopi, dapat membalikkan efek tersebut. Sebelumnya, studi lain menemukan bahwa kopi dapat mengurangi sakit otot setelah berolahraga.


(DEV)