Hoax, Paracetamol Bikin Kulit Bentol-bentol

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 15 Jun 2017 11:43 WIB
kesehatan
Hoax, Paracetamol Bikin Kulit Bentol-bentol
Ilistrasi foto (Radionz)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski telah dibantah, pesan berantai terkait hoax Paracetamol P/500 masih beredar hingga saat ini.

Pesan yang muncul di awal tahun 2017 tersebut berbunyi berikut:
 

“PERINGATAN:Hati-hati untuk tidak mengambil Paracetamol yang datang ditulis P/500. Ini adalah Paracetamol baru, sangat putih dan mengkilap. Menurut dokter terbukti mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka."


Di samping pesan tersebut, disertakan gambar perempuan yang badannya bentol-bentol setelah minum obat tersebut, membuat pembaca yang melihatnya bergidik.
 
Informasi tersebut telah dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) yang bertugas melakukan evaluasi terhadap keamanan, khasiat, mutu, dan penandaan/label produk obat sebelum diedarkan (pre-market evaluation), dan secara rutin melakukan pengawasan terhadap sarana produksi dan distribusi, serta produk yang beredar di wilayah Indonesia (post-market control).
 
Dalam laman resmi, Badan POM mengaku tidak pernah menerima laporan kredibel yang mendukung klaim bahwa virus Machupo telah ditemukan dalam produk obat Parasetamol atau produk obat lainnya. Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, lewat situs resmi BPOM menyampaikan bahwa Badan POM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang diisukan tersebut, termasuk kandungan virus Machupo dalam produk obat.
 
Ia mengimbau agar masyarakat Indonesia untuk membeli obat di apotek atau sarana resmi lainnya seperti toko obat berizin.

"Ingat CEK KLIK, cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa. Jadilah konsumen cerdas, jangan mudah terpengaruh oleh isu/hoax yang beredar di media sosial," ujarnya.

Apabila menemukan produk yang mencurigakan, laporkan ke contact center Badan POM di nomor telepon 1500533 (pulsa lokal) atau Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Virus Machupo adalah jenis virus yang penyebarannya dapat terjadi melalui udara, makanan, atau kontak langsung. Virus Machupo dapat bersumber dari air liur, urin, atau feses hewan pengerat yang terinfeksi dan menjadi pembawa (reservoir) virus tersebut.


(DEV)