Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes dan Kegemukan

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 01 Aug 2017 11:24 WIB
tidur
Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Diabetes dan Kegemukan
Meskipun kebutuhan tidur tiap orang berbeda, durasi terbaik untuk orang dewasa adalah 7-9 jam. (Foto: Namao Saeki/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah Anda cenderung mengalami kesulitan tidur? Jika iya, sebaiknya Anda waspada. Sebuah penelitian menemukan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko diabetes dan kegemukan. 

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa orang yang tidur sekitar enam jam setiap malam memiliki lingkat pinggang 3 cm lebih lebar dibandingkan mereka yang tidur sembilan jam. Selain itu, mereka yang tidur dengan durasi pendek juga lebih berat.



Hasil tersebut memperkuat bukti bahwa tidur tak cukup berkontribusi pada perkembangan penyakit metabolik seperti diabetes. 

(Baca juga: 3 Langkah Agar Lebih Mudah Tidur)

“Jumlah orang obesitas di seluruh dunia naik dua kali lipat sejak 1980. Obesitas berkontribusi pada perkembangan berbagai penyakit, kebanyakan diabetes tipe 2. Mengetahui mengapa berat badan orang bisa bertambah akan memberi implikasi krusial pada kesehatan publik,” ujar Greg Potter dari University of Leeds, Inggris. 

Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE tersebut melibatkan 1.615 orang dewasa yang melaporkan durasi tidur dan mencatat asupan makan sehari-hari. 

Hasilnya, mereka yang memiliki durasi tidur lebih pendek ternyata mengalami penurunan tingkat kolesterol HDL (kolesterol baik). Kolesterol tersebut berperan untuk membantu memindahkan lemak jahat dari sirkulasi dan melindungi melawan penyakit jantung. 



“Karena kami menemukan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari kelompok usia mereka cenderung kegemukan atau obesitas, kami menggarisbawahi pentingnya cukup tidur,” tukas Laura Hardie, salah seorang pembaca penelitian. 

Ia menambahkan, meskipun kebutuhan tidur tiap orang berbeda, durasi terbaik untuk orang dewasa adalah 7-9 jam. 











(TIN)