Mengenal Penyakit Kaki Tangan dan Mulut

Yatin Suleha    •    Senin, 10 Oct 2016 18:02 WIB
kesehatan anak
Mengenal Penyakit Kaki Tangan dan Mulut
Jika anak demam tinggi dan muncul ruam segeralah dibawa ke dokter untuk dipastikan jenis penyakitnya. (Foto: Infectologiapediatrica)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anda pernah mendengar penyakit "Flu Singapura"? Sebutan ini ternyata kurang tepat. Karena sebenarnya penyakit ini adalah Penyakit Kaki Tangan dan Mulut (KTM). 

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang biasa terjadi pada kelompok masyarakat yang sangat padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun. 

Dr. Robert Soetandio, SpA. M. Si. Med, dari  RS Awal Bros Tangerang, Banten mengatakan bahwa penyakit ini disebabkan oleh genus human enteroviruses yang merupakan bagian dari famili Picornaviridae. 

Golongan enterovirus yang berhubungan dengan penyakit KTM ini adalah Coxsacki A16, A5, A9, A10, B2, B5 dan enterovirus 71. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71.

(Baca juga: Intoleransi Fruktosa Sebabkan Masalah Pencernaan pada Anak)

Apa saja ciri-cirinya pada bayi baik di kulit atau di dalam tubuh:

Gejala Klinik
•Demam tinggi bahkan hingga lebih dari 39 derajat celcius, akibat demam anak dapat mengalami gangguan kesadaran.

•Anak dapat mengalami pusing, mata merah, nyeri perut, muntah dan mencret.

•Tidak nafsu makan dan minum yang bahkan dapat menimbulkan kekurangan cairan terutama bila dibarengi dengan muntah atau mencret.

•Nyeri pada daerah leher, lengan, dan kaki.

•Timbul ruam kemerahan yang berisi air dan mirip cacar air di telapak tangan, pergelangan tangan, telapak kaki dan mulut. Ruam ditangan. 

Tips menghindari KTM
- Jaga kebersihan, termasuk kebersihan tangan dan lingkungan. Oleh karenanya biasakan mencuci tangan sampai bersih, minimal sebelum dan sesudah makan juga setelah dari toilet.

- Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau sapu tangan saat bersin atau batuk. 

- Biasakan anak mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

- Pastikan istirahat anak cukup, jangan sampai kelelahan dan kurang tidur.

- Bila ia sedang tidak dalam kondisi prima sebaiknya jangan dibawa ke tempat keramaian seperti mal. Karena penyakit ini sering menyerang anak dengan daya tahan tubuh yang rendah.

- Bersihkan mainan dan peralatan secara menyeluruh dan regular, terutama yang telah terkontaminasi oleh sekret air liur atau hidung.
 
- Jangan menggunakan peralatan makan yang sama dengan anak yang telah terinfeksi.

- Jika anak demam tinggi dan muncul ruam segeralah dibawa ke dokter untuk dipastikan jenis penyakitnya. Karena ruam yang sama dapat muncul pada herpangina, penyakit cacar air, herpes simpleks, campak.

- Bagi anak yang terinfeksi, diusahakan jangan pergi ke tempat-tempat umum seperti sekolah, mal untuk mencegah infeksi silang.  

Orang dewasa umumnya kebal terhadap Enterovirus. Pada usia dibawah 5 tahun kekebalan anak masih belum sempurna dan interaksi sosialnya sangat tinggi sehingga kemungkinan terjangkit oleh virus ini sangat besar.






(TIN)