Penelitian: Pasien ICU Sering Alami Depresi

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 26 Aug 2016 15:16 WIB
studi kesehatan
Penelitian: Pasien ICU Sering Alami Depresi
Pasien ICU Sering Alami Depresi (Foto: gettyimages)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa satu dari tiga pasien Intensive Care Unit (ICU) mengalami depresi.

Setiap tahun, lebih dari lima juta pasien penyakit serius masuk ruang ICU di Amerika Serikat. Tingkat depresi pasien dalam ruang tersebut jauh lebih tinggi daripadar populasi umum.

"Sangat jelas bahwa mereka yang bertahan di ICU memiliki masalah fisik, kognitif, dan psikologis yang sangat mengganggu reintegrasi mereka ke dalam masyarakat, kembali bekerja dan mampu mengambil peran sebelumnya dalam hidup," kata penulis senior studi Dr Dale Needham, profesor kedokteran di Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore.

Ia menambahkan, pasien banyak bercerita berada dalam ICU membuat stres, membuat mereka memiliki ingatan tak biasa atau membuat menjadi tak bersemangat.

"Penyedia layanan kesehatan, anggota keluarga dan pengasuh harus memperhatikan gejala-gejala dan memastikan mereka tidak diabaikan," tambah Needham.

Para peneliti Johns Hopkins mengulas 42 studi yang melibatkan lebih dari 4 ribu mantan pasien ICU di Amerika Serikat dan Inggris.

Dua sampai tiga bulan setelah keluar dari ICU, 29 persen pasien setidaknya mengalami depresi ringan. Enam bulan setelah keluar, tingkat depresi ringan menjadi 34 persen. Satu tahun setelahnya, 29 persen mantan pasien ICU mengalami depresi ringan.

Sedangkan, depresi berat dialami 17 persen pasien setelah dua sampai tiga bulan keluar, dan bertahan hingga enam bulan. Setelah 12 sampai 14 bulan, tingkat depresi sedang hingga berat turun sedikit, sampai 13 persen.

Tingkat depresi mantan pasien ICU tiga sampai empat kali lebih tinggi dibandingkan pada populasi umum, menurut studi penulis Dr. O. Joseph Bienvenu yang merupakan profesor psikiatri dan ilmu perilaku di sekolah kedokteran.

Risiko depresi tertinggi terlihat di antara pasien saat sebelum mereka masuk ICU dan saat menginap di ICU. Gejala ini termasuk kemarahan, kegelisahan dan gejala stres akut, seperti detasemen emosional atau kilas balik.

"Depresi tak hanya membuat pemulihan fisik melambat, namun juga tekanan secara finansial karena mereka kebanyakan tak bisa kembali bekerja dan membutuhkan pengasuh untuk menjaga mereka," kata Bienvenu.


(ELG)