Lebih Riskan Serang Wanita, Waspadai 7 Gejala Awal Multiple Sclerosis

Torie Natalova    •    Selasa, 11 Jul 2017 11:42 WIB
kesehatan
Lebih Riskan Serang Wanita, Waspadai 7 Gejala Awal Multiple Sclerosis
(Foto: Hubspot)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lelah berkepanjangan bisa berdampak pada kondisi fisik, menjadi lebih lemah. Namun, ada penyakit yang lebih berbahaya mengintai seperti multiple sclerosis.

Multiple Sclerosis (MS) merupakan penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf. Penyakit ini kerap dijuluki "penyakit seribu wajah" karena menyerang banyak bagian tubuh dengan gejala yang umum.

Penyakit ini secara sederhana muncul karena adanya gangguan bungkus saraf organ tubuh.

MS menyerang bagian saraf pusat dan merusak isolasi pelindung (myelin) abtarsaraf sehingga pesan dari otak dan saraf tulang belakang tidak dapat bekerja dengan baik dan menyebabkan sejumlah fungsi tubuh berkurang, bahkan hilang.

Akibatnya, aktivitas sehari-hari terganggu dan terjadi penurunan produktivitas dan kualitas hidup.

Penyakit ini bersifat autoimun, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi sel dari kuman penyakit, justru lebih aktif menyerang sel saraf.

Dari segi prevalensi, wanita lebih tinggi berisiko mengembangkan penyakit ini dibanding pria.

Meski sulit dideteksi, Anda dapat mengenali tanda-tanda awal multiple sclerosis, seperti disitat Women's Health Magazine.

1. Gangguan penglihatan

Jika Anda mengalami penglihatan yang meredup, kabur, ganda, bahkan kehilangan penglihatan terutama jika hanya terjadi pada satu mata, Anda mungkin tengah merasakan efek dari neuritis optik. Ini merupakan sebuah gejala umum multiple sclerosis yang menyebabkan radang pada saraf optik.

Biasanya, masalah penglihatan akibat penyakit ini berlangsung lambat seiring berjalannya waktu. Tetapi, neuritis optik juga bisa terjadi sendiri tanpa berkaitan dengan multiple sclerosis.

2. Pusing

Multiple sclerosis bisa menyebabkan kepala terasa pusing atau vertigo eksrem yang bisa benar-benar bisa membuat kepala Anda berputar. Anda akan merasa bahwa tubuh atau ruangan bergerak. Sensasi ini dapat menyebabkan mual atau muntah.

Tetapi, vertigo juga bisa disebabkan oleh masalah telinga bagian dalam, anemia, gula darah rendah, tekanan darah rendah dan obat-obatan tertentu.

3. Kelelahan kronis

Rasa lelah yang berlangsung berminggu-minggu dan mengacaukan kemampuan tubuh Anda berfungsi normal setiap hari mungkin merupakan indikasi penyakit multiple sclerosis menghancurkan saraf di kolom tulang belakang Anda. Tetapi, komplikasi tiroid, kekurangan vitamin, anemia dan kondisi medis serius lain juga bisa menyebabkan kelelahan kronis. Jika Anda mengalami
peningkatan kelelahan, segera temui dokter.

4. Kesemutan atau mati rasa

Ketika multiple sclerosis menempatkan sistem saraf pusat di bawah pengepungan, sinyal otak dan sumsum tulang belakang Anda kirim ke bagian tubuh lain yang bisa macet atau hilang sama sekali. Hasilnya, mati rasa atau kesemutan yang berlangsung beberapa hari.

Beberapa penderita multiple sclerosis biasanya mengalami rasa tertusuk-tusuk, kesemutan atau mati rasa di lengan, tangan, kaki atau wajah.

5. Masalah kandung kemih

Salah satu tanda multiple sclerosis adalah keinginan buang air kecil lebih sering, bahkan terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Ketidakmampuan menahan kencing dan disertai kontipasi, diare dan pergerakan usus yang tak terkendali, sering dikaitkan dengan penyakit ini.

6. Masalah kognitif dan emosi

Gangguan tidur, perubahan mood, pengobatan fisik dan gangguan lainnya dapat menyebabkan Anda menjadi emosional. Mereka yang didiagnosis multiple sclerosis mengalami beberapa bentuk tekanan kognitif atau emosional. Ini karena otak, yang diserang oleh penyakit ini merupakan pusat dari sistem saraf pusat sehingga wajar jika kondisi tersebut terjadi.

7. Nyeri otot dan lemah

Setengah dari orang yang didiagnosis multiple sclerosis menderita sakit kronis yang biasanya disertai dengan kejang, kekakuan pada otot dan kelemahan yang tidak bisa dijelaskan. Ini sering digambarkan seperti mengalami rasa yang berat atau anggota tubuh tidak mampu bergerak normal.





(DEV)