Pusat Pelayanan Terpadu Demensia Alzheimer Hadir di Indonesia

Yatin Suleha    •    Senin, 01 Oct 2018 13:45 WIB
demensia
Pusat Pelayanan Terpadu Demensia Alzheimer Hadir di Indonesia
Alzheimer Indonesia bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya membentuk Atma Jaya – Alzheimer Indonesia (ATZI) Center of Excellence, sebuah pusat pelayanan terpadu terkait Demensia Alzheimer. (Foto: Cathal Mac an Bheatha/Unsplash.com)

Jakarta: Berdasarkan data dari Alzheimer Disease Internasional, setiap tiga detik akan ada satu orang yang terdiagnosis dengan Demensia (ODD). Alzheimer Indonesia sendiri, memperkirakan bahwa jumlah ODD akan mencapai angka 4 juta pada tahun 2050. 

Menyadari hal ini, Alzheimer Indonesia bekerja sama dengan Universitas Atma Jaya membentuk Atma Jaya – Alzheimer Indonesia (ATZI) Center of Excellence, sebuah pusat pelayanan terpadu terkait Demensia Alzheimer yang bertempat di Universitas Atma Jaya, Semanggi, Gedung K2 Lantai 3 Ruang 14 (K23.14).

“Indonesia sekali lagi menjadi contoh bagi negara-negara lain di regional Asia Pasifik karena memiliki pusat pelayanan terpadu Demensia Alzheimer. Kami harap pusat pelayanan seperti ATZI Center of Excellence akan hadir di berbagai kota lain di Indonesia dan juga di negara-negara lainnya," ujar DY Suharya, Direktur Eksekutif Regional Asia Pasifik Alzheimer Disease International.

"Hal ini penting karena penanganan Demensia Alzheimer seharusnya menjadi tugas kita bersama-Dementia is everybody’s business.” 


(Berdasarkan data dari Alzheimer Disease Internasional, setiap tiga detik akan ada satu orang yang terdiagnosis dengan Demensia (ODD). Alzheimer Indonesia sendiri, memperkirakan bahwa jumlah ODD akan mencapai angka 4 juta pada tahun 2050. Foto: Dok. Maverick)

DY Suharya menambahkan bahwa kehadiran ATZI Center of Excellence and Healthy Ageing di kampus Universitas Atma Jaya, Semanggi juga akan memberikan akses informasi, penelitian dan pengembangan lainnya kepada generasi muda yang diwakili oleh mahasiswa Atma Jaya. 

Alzheimer Indonesia melakukan ini melalui program STRiDE: Strengthening Responses to Dementia in Developing Countries yang terlaksana di tujuh negara di dunia.

(Baca juga: Hindari Demensia dengan 6 Langkah Ini)

Sebagai pusat pelayanan terpadu, ATZI Center of Excellence akan memberikan informasi yang lengkap kepada para ODD beserta keluarga dan caregiver terkait Demensia Alzheimer, penanganan ODD, dan berbagai komunitas caregiver yang tersebar di seluruh Indonesia. ATZI center of Excellence juga berfungsi sebagai co-working space, yang nantinya dapat membuka kolaborasi penelitian terkait Demensia Alzheimer.

Wakil Rektor IV bidang pengembangan dan kerjasama Unika Atma Jaya, Elisabeth Rukmini, S.Si, M.Sc., Ph.D. menyatakan bahwa ATZI Center adalah wujud semangat kolaborasi dan membangun jaringan. 

Bagi Unika Atma Jaya kolaborasi ini memperkuat posisi Unika Atma Jaya dengan Center for Nation Development di Kampus Semanggi.

“Sejalan dengan inisiatif Atma Jaya Institute for Public Policy (AJIPP), maka ATZI memperkuat kami dan menjadi bagian dari peta jalan Atma Jaya sebagai Center for Nation Development. Bersama ATZI kami bertekad untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk edukasi, membuat jaringan mengenai lansia, dan Alzheimer secara khusus”, ujarnya.


(Sebagai pusat pelayanan terpadu, ATZI Center of Excellence akan memberikan informasi yang lengkap kepada para ODD beserta keluarga dan caregiver terkait Demensia Alzheimer, penanganan ODD, dan berbagai komunitas caregiver yang tersebar di seluruh Indonesia. Foto: Dok. Maverick)

Dr. Yuda Turana, SpS, Pembina Alzheimer Indonesia dan juga Dekan FK Unika Atma Jaya dengan mitra Direktur Eksekutif Survey Meter Wayan Suriastini juga memaparkan hasil penelitian yang dilakukan ALZI, Atma Jaya, dan Survey Meter di Yogyakarta dan Bali. 

“Prevalensi Demensia Alzheimer di kedua daerah mencapai Lebih dari 20 persen. jauh lebih tinggi dari angka estimasi Alzheimer’s Disease International. Ini menandakan bahwa masih banyak kasus Demensia Alzheimer yang belum dilaporkan. Untuk itu pusat pelayanan seperti ATZI Center of Excellence harus dikembangkan ke berbagai daerah di Indonesia,” ucap dr. Yuda Turana SpS.

“Studi Demensia dengan pendekatan populasi, melalui survei rumah tangga berskala besar di Yogyakarta maupun di Bali menunjukkan prevalensi Demensia yang jauh lebih tinggi dari situasi global. Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius sehingga di masa depan tidak menjadi beban dan gangguan perekonomian negara," ucap Wayan Suriastini.

"Salah satunya dengan menciptakan kawasan ramah Demensia dan ramah lansia. Empat komponen kawasan ramah lansia yang perlu diwujudkan mencakup: kualitas hidup Orang dengan Demensia (ODD), komunitasnya, aspek kelembagaan, dan kemitraan,” tambahnya lagi. 





(TIN)