Hindari Risiko Merkuri, Pilih Sushi dengan Komposisi Ikan Ini

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 14 Jul 2018 15:11 WIB
tips kesehatan
Hindari Risiko Merkuri, Pilih Sushi dengan Komposisi Ikan Ini
(Foto: Get Fish)

Jakarta: Pecinta sushi biasanya kehilangan kontrol ketika sudah menyantap makanan khas Jepang tersebut. Namun, adakah batasan dalam mengonsumsi sushi?

"Sushi, yang sebagian besar terdiri dari rumput laut, beras, sayuran, dan ikan sebenarnya adalah pilihan makanan yang sehat," kata Barbie Boules, R.D.N., seorang ahli diet terdaftar di Illinois.

Ia melanjutkan, orang dewasa yang sehat dapat dengan aman mengonsumsi dua hingga tiga gulung (10-15 buah) sushi per minggu, kata Boules.

Namun, isu merkuri dalam ikan membuat beberapa orang waspada saat mengonsumsi ikan. Keracuanan merkuri dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, keterlambatan berkembang, kerusakan otak, hingga gagal organ.

Namun, tak semua ikan memiliki risiko merkuri yang sama.

Semakin tinggi rantai makanan, semakin besar kemungkinan ada merkuri, yang tidak akan tinggal dalam tubuh begitu ikan mencernanya," tukas Claire Martin, R.D., pendiri Being Healthfull.

Jadi, ikan lebih besar yang memakan ikan kecil cenderung memiliki tingkat merkuri yang lebih tinggi. Beberapa contohnya adalah ikan pedang, tuna ahi, ikan kakap putih, dan makarel.

"Anda sebaiknya menyantap jenis ikan ini dalam bentuk sashimi, nigiri atau lainnya," kata Martin. "Aku tidak akan makan ikan ini lebih dari dua kali seminggu."

Di sisi lain, Martin mengatakan bahwa jenis sushi maki memiliki kandungan merkuri yang jauh lebih rendah. Biasanya, sushi maki mengandung daging salmon, kepiting, udang, dan belut.

Untuk mengimbangi nutrisi, Boules merekomendasikan memilih satu gulung (lima potong) dengan ikan mentah rendah merkuri seperti salmon, lalu diselingi dengan pilihan sayuran atau udang dan kepiting yang dimasak.

Untuk wanita hamil dan anak-anak, Boules menyarankan membatasi konsumsi ikan dengan asupan sekitar delapan ons per minggu (sesuai rekomendasi FDA saat ini), dan menghindari ikan merkuri tinggi.




(DEV)